Pemko Payakumbuh Targetkan Indeks Literasi Masyarakat 72,25 Lewat Bimtek 150 Pustakawan dan Guru

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 23:08:48 WIB
pustakawan dan guru di Payakumbuh mengikuti Bimtek Literasi Informasi untuk meningkatkan indeks literasi masyarakat.

PAYAKUMBUH — Sebanyak 150 orang yang terdiri dari pustakawan, pengelola perpustakaan, guru, dan pegiat literasi mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh. Kegiatan berlangsung di Aula Lantai III kantor dinas tersebut pada Kamis (25/6/2026).

Pemerintah kota menargetkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) mencapai 72,25 poin. Bimtek ini menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat fondasi tersebut di tengah derasnya arus informasi digital.

Target IPLM 72,25: Apa Artinya bagi Warga?

IPLM merupakan indikator yang mengukur kemampuan masyarakat dalam mengakses, memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi. Target 72,25 poin berarti Pemkot Payakumbuh ingin memastikan warganya tak sekadar melek baca, tetapi juga mampu menyaring informasi palsu dan menggunakan data secara bertanggung jawab.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Novriwandi yang membuka kegiatan secara resmi menyebut peningkatan literasi sebagai agenda penting pembangunan daerah. "Ini bukan sekadar program seremonial. Literasi informasi adalah fondasi SDM unggul," ujar Novriwandi dalam sambutannya.

Siapa Saja yang Dilatih?

Peserta bimtek terdiri dari 150 orang yang tersebar di berbagai sektor. Mereka adalah pustakawan, pengelola perpustakaan sekolah dan kelurahan, guru, serta pegiat literasi dari komunitas baca di Payakumbuh.

Materi pelatihan mencakup teknik mengakses sumber informasi terpercaya, mengevaluasi kredibilitas berita, hingga cara memanfaatkan data untuk pengambilan keputusan sehari-hari. Para peserta juga dibekali metode mengajarkan literasi informasi kepada siswa dan anggota komunitas masing-masing.

Mengapa Bimtek Ini Digelar Sekarang?

Payakumbuh tengah menghadapi tantangan serius dari banjir informasi digital. Banyak warga, terutama generasi muda, rentan terhadap hoaks dan misinformasi yang beredar di media sosial. Pemkot menilai peningkatan kapasitas pustakawan dan guru sebagai garda terdepan literasi menjadi langkah strategis.

Kegiatan ini juga bagian dari persiapan Payakumbuh menuju target nasional pembangunan literasi daerah. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh menargetkan IPLM terus naik setiap tahun melalui serangkaian program serupa di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Bagaimana Tindak Lanjut Program Ini?

Setelah bimtek, para peserta diwajibkan menyusun rencana aksi literasi di lingkungan kerja masing-masing. Dinas akan memantau implementasi melalui laporan berkala dan kunjungan lapangan.

Pemkot Payakumbuh juga berencana memperluas jangkauan pelatihan ke kelompok masyarakat lain, seperti ibu rumah tangga dan pelaku UMKM. Targetnya, seluruh elemen masyarakat memiliki kemampuan dasar literasi informasi pada akhir tahun 2027.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: beritaminang.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top