BKMT Payakumbuh Gelar Seminar Ketahanan Keluarga dan Lomba Penyelenggaraan Jenazah, 150 Peserta Ikuti

Penulis: Teuku Fahreza  •  Jumat, 26 Juni 2026 | 15:11:31 WIB
Peserta seminar ketahanan keluarga dan lomba penyelenggaraan jenazah mengikuti kegiatan di Aula Josrizal Zain, Balaikota Payakumbuh.

PAYAKUMBUH — Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Payakumbuh menggelar Seminar Ketahanan Keluarga dan Lomba Penyelenggaraan Jenazah dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Aula Josrizal Zain, Balaikota Payakumbuh, Kamis (25/6/2026).

Diikuti sekitar 150 peserta dari unsur Gabungan Organisasi Wanita (GOW), majelis taklim se-Kota Payakumbuh, Duta Genre, serta berbagai elemen masyarakat, agenda ini menjadi wadah penguatan nilai-nilai keagamaan sekaligus edukasi dalam membangun keluarga yang tangguh menghadapi tantangan sosial di era modern.

Walikota Payakumbuh: Keluarga Benteng Pertama Lawan Narkoba dan Digitalisasi Negatif

Walikota Payakumbuh Zulmaeta, diwakili Sekretaris Daerah Rida Ananda, membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada BKMT, Panitia Hari Besar Islam (PHBI), serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi.

Menurutnya, seminar ketahanan keluarga memiliki peran krusial dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai ancaman riil saat ini, mulai dari penyalahgunaan narkoba, dampak negatif teknologi digital, hingga persoalan sosial lainnya.

"Semoga seminar yang mengangkat tema ketahanan keluarga ini dapat memberikan pencerahan kepada kita semua tentang arti penting membangun benteng yang kuat terhadap bahaya narkoba, pengaruh negatif digitalisasi, serta berbagai tantangan sosial yang dihadapi keluarga saat ini," ujar Rida Ananda.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Payakumbuh di bawah kepemimpinan walikota Zulmaeta dan wakil walikota Elzadaswarman berkomitmen penuh memberikan perhatian pada penguatan nilai keagamaan dan pembinaan karakter. Keluarga dinilai sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama dalam menyiapkan generasi yang berakhlak mulia.

Tiga Pakar Bahas Hukum, Syariat, dan Psikologi Keluarga

Langkah ini juga selaras dengan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) serta visi utama daerah, yaitu "Payakumbuh Maju Bermartabat melalui Pemberdayaan, Pengembangan Kualitas Pendidikan, dan Sentra UMKM yang Kompetitif".

Untuk mengupas tuntas tema tersebut, seminar ini menghadirkan tiga pakar yang berkompeten di bidangnya yaitu Kompol H. Erman, S.H., M.N., Dt. Bandaro Kayo (Perspektif Hukum dan Keamanan), H. Hanan Putra, Lc., M.H. (Sudut Pandang Syariat Islam) dan Rany Fitriany, M.Psi. (Aspek Psikologi Keluarga).

BKMT Tegaskan Butuh Sinergi Kolektif untuk Perkuat Ketahanan Keluarga

Sementara itu, Ketua BKMT Kota Payakumbuh, Elfriza Zaharman, menegaskan bahwa agenda ini adalah bentuk kontribusi nyata BKMT. Namun, ia mengingatkan bahwa penguatan keluarga tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan butuh sinergi kolektif dari pemerintah, penegak hukum, lembaga pendidikan, hingga tokoh masyarakat.

Apa Saja yang Dipelajari dalam Lomba Penyelenggaraan Jenazah?

Lomba Penyelenggaraan Jenazah menjadi salah satu agenda utama yang menarik perhatian peserta. Kegiatan ini dirancang untuk menguji dan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam tata cara mengurus jenazah sesuai syariat Islam, mulai dari memandikan, mengkafani, hingga menshalatkan.

Dengan adanya lomba ini, BKMT berharap masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan langsung tata cara penyelenggaraan jenazah yang benar. Hal ini dinilai penting sebagai bekal bagi setiap individu dalam kehidupan bermasyarakat.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: kupasonline.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top