AGAM — Selama setahun terakhir, para anggota Sanggar Seni Jalo Suto di Nagari Simarasok terbiasa merental pakaian adat atau meminjam alat musik ke sanggar tetangga setiap kali akan tampil. Keterbatasan itu kini mulai terbayar setelah sanggar yang berada di kaki Bukit Barisan itu menerima bantuan peralatan kesenian dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Bantuan disalurkan melalui pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Sumbar, Asril, yang direalisasikan oleh Taman Budaya Sumbar. Kepala Taman Budaya Sumbar, M. Devid, menyerahkan langsung bantuan berupa pakaian adat, talempong, dan tambua tansa kepada pengurus sanggar di Nagari Simarasok, Minggu.
Ketua Sanggar Jalo Suto, Nitra Yulinda, mengungkapkan bahwa selama ini sanggar berjalan dengan segala keterbatasan. “Sanggar kami serba kekurangan, banyak keterbatasan. Bahkan kami kadang harus meminjam ke sanggar lain saat akan tampil atau merental pakaian adat,” katanya.
Meski minim perlengkapan, Nitra menyebut minat generasi muda di Nagari Simarasok terhadap kesenian tradisi Minang tidak pernah surut. Sanggar yang aktif melestarikan tari-tarian, silek, dan tambua tansa itu justru diisi oleh anak-anak muda setempat.
Nitra bersyukur bantuan itu akhirnya datang. “Dengan adanya bantuan ini, tentu sanggar akan kian bersemangat dalam melestarikan kesenian tradisi,” ujarnya.
Sanggar Seni Jalo Suto merupakan salah satu sanggar yang berada di Nagari Simarasok, Kecamatan Baso. Keberadaan sanggar ini menjadi salah satu upaya menjaga kesenian asli Minangkabau di tengah gempuran budaya modern, terutama di wilayah pedesaan yang berada di lereng Bukit Barisan.