Wali Kota Padang Fadly Amran yang hadir langsung dalam acara tersebut menegaskan bahwa penanganan bencana, khususnya ancaman tsunami dan banjir bandang, adalah tanggung jawab bersama. Menurutnya, Kota Padang berada di kawasan Ring of Fire sehingga mitigasi harus diperkuat secara berkelanjutan.
"Kota Padang harus terus mempersiapkan diri karena berada di kawasan Ring of Fire dan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi. Yang bisa kita lakukan adalah memperkuat mitigasi agar risikonya semakin kecil," ujar Fadly.
Wakil Rektor III Unand Prof. Dr. Kurnia Warman memaparkan bahwa kolaborasi riset ini menghasilkan model mitigasi yang bisa direplikasi di wilayah pesisir lain. Model tersebut mencakup beberapa komponen utama:
Fadly menjelaskan, salah satu langkah konkret yang telah dilakukan Pemkot Padang adalah memperkuat sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS). Keberadaan sistem ini dinilai mampu meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
Ia berharap sinergi antara Unand dan Pegadaian terus diperluas bersama Pemkot Padang melalui berbagai penelitian yang mendukung pembangunan daerah. Menurut Fadly, mitigasi bencana tidak hanya soal kesiapsiagaan, tetapi juga dimulai dari kepedulian terhadap lingkungan.
"Alhamdulillah, Kota Padang kini berhasil menempati peringkat kedelapan sebagai kota terbersih di Indonesia," katanya.
Fadly menambahkan, pada tahun ini Pemkot Padang akan memperkuat bank-bank sampah melalui dukungan sarana, kendaraan operasional, pembiayaan, hingga digitalisasi sistem. Inovasi ini memungkinkan masyarakat mengetahui jumlah sampah yang disetorkan beserta nilai tabungan emasnya secara real time.
"Tahun ini kami akan memperkuat bank-bank sampah melalui dukungan sarana, kendaraan operasional, pembiayaan, hingga digitalisasi sistem. Harapannya, masyarakat dapat mengetahui jumlah sampah yang disetorkan beserta nilai tabungan emasnya secara real time," ujar Fadly.
Sementara itu, Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan Kepatuhan PT Pegadaian Ismail Ilyas menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran sebagai pusat inovasi, sedangkan BUMN mendukung agar hasil riset dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada Universitas Andalas, khususnya Sekolah Pascasarjana, yang telah menghasilkan riset dan Program Kesiapsiagaan Mandiri Menghadapi Ancaman Gempa Megathrust Mentawai dan Tsunami di Kota Padang," ujar Agus Riyadi dalam pernyataan yang dibacakan.