PASAMAN BARAT — Bupati Pasaman Barat Yulianto menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan. Hal itu disampaikannya saat mengukuhkan kepengurusan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Senin.
Menurut Yulianto, keberadaan KSB harus mampu menjadi garda terdepan dalam mitigasi dan penanggulangan bencana di tingkat nagari. Ia menekankan bahwa amanah kemanusiaan kini berada di pundak para pengurus yang baru dikukuhkan.
"KSB berbasis masyarakat, dikelola oleh masyarakat, dan digerakkan demi keselamatan masyarakat," ujar Yulianto.
Bupati meminta seluruh pengurus segera menyusun langkah strategis. Beberapa prioritas yang harus segera dijalankan antara lain:
"Libatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan dan pemuda. Bangun kolaborasi yang kuat agar kesiapsiagaan menjadi budaya bersama," tambahnya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Pasaman Barat Vanvoni Gorbi menjelaskan, pembentukan KSB ini merupakan program kolaborasi antara Kementerian Sosial, Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, dan Dinas Sosial setempat. Rangkaian kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai 26 hingga 29 Juni 2026, dengan melibatkan 275 peserta.
Peserta terdiri dari unsur masyarakat, relawan, dan pemangku kepentingan terkait. Selain pengukuhan, acara juga diisi simulasi uji Standar Operasional Prosedur (SOP) KSB serta penyerahan bantuan kesiapsiagaan senilai Rp157.290.000 dari Kementerian Sosial.
Pengukuhan KSB dihadiri Ketua TP-PKK Kabupaten Pasaman Barat Sifrowati Yulianto, unsur forum komunikasi pimpinan daerah, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, perwakilan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, serta jajaran Taruna Siaga Bencana (Tagana). Camat Sasak Ranah Pasisie, wali nagari, PMI, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dengan dikukuhkannya KSB ini, diharapkan kesiapsiagaan masyarakat di Kecamatan Sasak Ranah Pasisie semakin terstruktur dan responsif terhadap potensi bencana yang mengancam.