Penugasan pelaksanaan program ini diberikan langsung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) RI bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Target utamanya adalah menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) yang menjadi prioritas nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026.
Program ini dirancang khusus untuk remaja berusia 16–18 tahun yang sudah lulus SMP atau MTs pada tahun-tahun sebelumnya, namun belum melanjutkan ke jenjang SMA atau sederajat. Pihak sekolah memastikan tidak akan menerima lulusan baru SMP tahun pelajaran 2026/2027 agar tidak tumpang tindih dengan jalur penerimaan reguler.
Berdasarkan data Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemdikdasmen, jumlah ATS di Sumatera Barat pada tahun 2026 mencapai 839 anak. Sementara secara nasional, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lebih dari 1,1 juta anak usia 16–18 tahun putus sekolah.
Sistem pembelajaran yang diterapkan menyerupai pola Universitas Terbuka. Komposisinya 70 persen pembelajaran daring dan 30 persen pembelajaran sinkron melalui tatap muka virtual atau pertemuan langsung secara berkala. Model ini memberikan fleksibilitas bagi peserta didik yang memiliki keterbatasan jarak, waktu, atau biaya untuk tetap menyelesaikan pendidikan menengah.
Setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun, para peserta akan memperoleh ijazah resmi yang diterbitkan oleh SMA Negeri 8 Padang.
Dr. Berry Devanda mengajak para alumni UNP untuk berperan aktif dalam program ini. Ia meminta mereka membantu mengidentifikasi dan mengajak remaja usia sekolah yang putus sekolah agar kembali memperoleh layanan pendidikan.
“Kepada semua alumni UNP yang ingin ikut berkontribusi, mari ajak ATS usia 16–18 tahun di sekitar tempat tinggalnya untuk kembali ke sekolah melalui program PJJ SMAN 8 Padang,” kata Berry melalui pesan WhatsApp kepada Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis UNP.
Berry sendiri merupakan lulusan S1 UNP dan S2 University of Adelaide, Australia. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk kontribusi nyata dalam mendukung upaya pemerintah mengurangi angka anak tidak sekolah.
“Sebagai alumni UNP, kami bangga mendapat penugasan dari Kemdikdasmen RI dan Gubernur Sumatera Barat untuk ikut berkontribusi mengurangi angka Anak Tidak Sekolah melalui program PJJ,” ujarnya usai mengikuti prosesi wisuda di Auditorium UNP.
Program ini sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, poin ke-10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, dan poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Dengan adanya PJJ, hambatan geografis dan ekonomi yang kerap menjadi alasan anak putus sekolah di Sumatera Barat diharapkan bisa diminimalisir.