PADANG — Lurah Sawahpadang Aua Kuniang, Deop Darius, mempresentasikan sejumlah inovasi pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan di hadapan dewan juri. Tema besar yang diusung adalah “Transformasi Nagari/Desa dan Kelurahan sebagai Pilar Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045”.
Penilaian tidak hanya soal administrasi. Dewan juri menyoroti kualitas pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, inovasi daerah, serta kontribusi nyata terhadap kesejahteraan warga. Deop menekankan bahwa seluruh program yang dibawa merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah kelurahan, lembaga kemasyarakatan, dan partisipasi aktif warga setempat.
Pemerintah Kota Payakumbuh tidak tinggal diam. Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta mengutus Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Payakumbuh, Ifon Satria Chan, untuk hadir langsung memberikan dukungan. Turut mendampingi Sekretaris Camat Payakumbuh Selatan Ade Vianora, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia, serta jajaran tokoh masyarakat Kelurahan Sawahpadang Aua Kuniang.
“Kami terus mendorong setiap kelurahan mengembangkan inovasi yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ifon Satria Chan mewakili Wali Kota.
Deop Darius menjelaskan, keikutsertaan ini menjadi momentum untuk menampilkan praktik baik penyelenggaraan pemerintahan di tingkat kelurahan. Beberapa fokus utama yang dipresentasikan meliputi peningkatan kualitas layanan administrasi, penguatan kelembagaan masyarakat, hingga program pemberdayaan yang melibatkan partisipasi aktif warga.
“Bagi masyarakat, berbagai inovasi yang dikembangkan diharapkan memberikan manfaat berupa pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, dan berkualitas,” kata Deop. Ia menambahkan, target akhirnya adalah menciptakan lingkungan yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera.
Kompetisi tingkat provinsi ini merupakan tahapan seleksi ketat untuk menentukan satu wakil Sumatera Barat pada Lomba Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026. Artinya, Sawahpadang Aua Kuniang harus bersaing dengan perwakilan kelurahan dari kota dan kabupaten lain di Sumbar.
Bagi Deop, lomba ini menjadi motivasi internal untuk terus berbenah. “Keikutsertaan pada lomba ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi warga,” pungkasnya.