JAKARTA — Penemuan benda mencurigakan di kawasan wisata sempat mengagetkan pengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Rabu siang. Sebuah mortir ditemukan oleh petugas kebersihan yang sedang membersihkan area Anjungan Sumatera Barat sekitar pukul 11.05 WIB.
"Saat itu petugas sedang membersihkan di sekitar TKP mendapati adanya benda diduga mortir di TKP. Lalu saksi memberitahukan hal tersebut ke petugas keamanan Anjungan Sumatera Barat," ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Made Budi, Rabu.
Petugas keamanan Anjungan Sumatera Barat yang menerima laporan segera meneruskannya ke manajemen TMII dan Polsek Cipayung. Tak berselang lama, tim dari Polsek Cipayung tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan berkoordinasi dengan unit penjinak bom.
Enam personel Tim Gegana Polda Metro Jaya yang dipimpin IPDA Yuda akhirnya tiba di Anjungan Sumatera Barat pukul 14.15 WIB. Mereka langsung mengamankan satu unit benda yang diduga mortir tersebut dari lokasi penemuan.
Stakeholder Relation Department Head TMII, Ken Elsa, menjelaskan bahwa benda yang ditemukan bukanlah bom aktif. Berdasarkan hasil identifikasi awal tim Gegana, mortir tersebut merupakan peninggalan lama dan sudah tidak berbahaya.
"Dapat kami sampaikan bahwa benda yang ditemukan bukan merupakan bom, melainkan mortir peninggalan lama dan tidak berbahaya. Benda tersebut berada di area yang tertutup rimbunnya pepohonan sehingga sebelumnya tidak terlihat," kata Ken.
Ia menambahkan, lokasi penemuan berada di area tertutup yang dipenuhi pepohonan rindang. Hal itu menjelaskan mengapa benda tersebut tidak terdeteksi oleh petugas atau pengunjung sebelumnya.
Pihak TMII memastikan bahwa sebagai langkah antisipasi, mereka langsung berkoordinasi dengan Tim Gegana untuk melakukan sterilisasi di sekitar area temuan. Proses sterilisasi berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas pengunjung.
"Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, benda tersebut telah berhasil diamankan oleh Tim Gegana dan kondisi kawasan TMII saat ini aman serta tetap beroperasi secara normal," ungkap Ken.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai asal-usul mortir tersebut atau apakah ada penyelidikan lebih dalam dari pihak kepolisian. Kawasan TMII sendiri beroperasi seperti biasa usai proses sterilisasi selesai.