SUMATERA BARAT — Setelah melalui serangkaian perubahan kebijakan selama beberapa tahun terakhir, Samsung akhirnya memutuskan untuk menghentikan layanan Samsung Messages. Aplikasi yang sempat menjadi andalan pengguna Galaxy ini akan berhenti berfungsi secara permanen pada perangkat yang menjalankan sistem operasi Android 12 atau versi yang lebih baru. Bagi pengguna yang masih setia dengan aplikasi ini, inilah saatnya bersiap-siap untuk pindah.
Keputusan ini bukanlah hal yang mendadak. Samsung Messages sudah menjadi aplikasi SMS default di ponsel Galaxy sejak awal. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi RCS (Rich Communication Services) yang menawarkan fitur chatting modern seperti tanda terima baca, indikator mengetik, dan pengiriman media berkualitas tinggi, Samsung mulai mengubah strateginya.
Pada tahun 2022, Google Messages resmi menjadi aplikasi pesan default untuk ponsel Galaxy yang dijual di berbagai pasar. Setahun kemudian, Samsung berhenti memasang aplikasi buatannya sendiri di perangkat Galaxy untuk pasar Amerika Serikat. Meskipun sempat ada secercah harapan pada tahun 2025 ketika Samsung menghadirkan kembali dukungan RCS dan beberapa fitur baru ke Samsung Messages, akhirnya perusahaan asal Korea Selatan itu memutuskan untuk menarik colokan secara total.
Pada April lalu, Samsung secara resmi mengumumkan bahwa aplikasi pesan mereka akan ditutup untuk beralih ke Google Messages. Kini, waktu yang diumumkan itu telah tiba dengan tenggat waktu yang jelas.
Meskipun tanggal pasti penutupan belum diumumkan secara resmi oleh Samsung, perusahaan telah mengonfirmasi bahwa layanan akan berakhir pada Juli 2026. Artinya, dalam beberapa pekan ke depan, pengguna akan mulai merasakan dampaknya.
Bagi perangkat Galaxy yang menjalankan Android 14 atau versi yang lebih baru, proses transisi akan berlangsung secara otomatis. Ikon Samsung Messages di layar utama ponsel akan berubah menjadi Google Messages tanpa perlu tindakan manual dari pengguna. Sementara itu, perangkat Galaxy lawas yang masih menggunakan Android versi di bawah 12 bisa tetap menggunakan Samsung Messages seperti biasa.
Meskipun Google Messages menawarkan integrasi yang lebih baik dengan ekosistem RCS, bukan berarti semua pengguna Galaxy langsung setuju dengan perubahan ini. Dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh 9to5Google, mayoritas pembaca mengaku enggan beralih karena tata letak dan fitur Samsung Messages yang sudah mereka kenal. Selain itu, dukungan tema (themes) juga menjadi alasan signifikan yang membuat pengguna enggan pindah.
Bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan antarmuka dan fitur personalisasi Samsung Messages, migrasi ke Google Messages mungkin terasa seperti kehilangan kendali. Namun, dengan berakhirnya dukungan, tidak ada pilihan lain selain beradaptasi.
Bagi pengguna Galaxy di Indonesia, proses transisi ini tidak akan jauh berbeda. Pastikan ponsel Anda menjalankan Android 12 atau lebih baru. Jika belum, tidak ada salahnya untuk mulai mengunduh dan mengatur Google Messages sebagai aplikasi pesan utama. Proses migrasi data pesan biasanya berjalan otomatis, namun disarankan untuk melakukan backup percakapan penting terlebih dahulu.
Kami akan terus memantau perkembangan tanggal pasti penutupan Samsung Messages dan memberikan informasi terbaru begitu ada pengumuman resmi dari Samsung. Pantau terus liputan kami untuk berita gadget terkini lainnya.