PADANG — Muhamad Rafi Iman Widyanto, seorang mahasiswa tunanetra dari Program Studi Pendidikan Sendratasik FBS UNP, berhasil menyelesaikan studi sarjananya dengan predikat Cumlaude. Ia meraih IPK 3,76 dan diwisuda pada 1 Juli 2026.
Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen UNP dalam menyelenggarakan pendidikan inklusif. Rafi, sapaan akrabnya, menuntaskan pendidikan dalam waktu kurang dari empat tahun.
Meski menyandang disabilitas tunanetra, Rafi berhasil menyelesaikan skripsi dan mempertahankannya di hadapan tim penguji dengan baik. Ia juga menunjukkan kompetensi bahasa Inggris yang mumpuni dengan meraih skor 490 pada English Proficiency Test (EPT).
Keberhasilan ini membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk meraih prestasi akademik tertinggi. Capaian Rafi diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa disabilitas lainnya di Indonesia.
Fakultas Bahasa dan Seni UNP terus berupaya menciptakan lingkungan akademik yang ramah bagi semua kalangan. Keberhasilan mahasiswa disabilitas seperti Rafi menjadi indikator keberhasilan program inklusif yang dijalankan.
Pihak fakultas menyebutkan bahwa prestasi Rafi adalah hasil dari kerja keras, dedikasi, dan dukungan dari dosen serta tenaga kependidikan. Ini menjadi contoh bagaimana pendidikan tinggi dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.