SUMATERA BARAT — TechCrunch kembali membuka kompetisi startup tahunan mereka untuk kawasan Australia dan Selandia Baru. Startup Battlefield Australia 2026 mencari perusahaan rintisan tahap awal yang sudah memiliki produk nyata dan traksi awal. Delapan startup terpilih akan naik panggung di Stripe Tour Sydney pada 19 Agustus 2026.
Pendaftaran terbuka untuk startup dari tahap pre-seed hingga Series A. TechCrunch mencari pendiri yang membangun produk dengan teknologi inovatif untuk memecahkan masalah nyata dan siap memperkenalkan perusahaannya ke investor, media, serta ekosistem startup yang lebih luas.
Tidak perlu terkenal. Startup Battlefield memang dirancang untuk menemukan perusahaan potensial sebelum orang lain menyadarinya.
Tiga startup terbaik akan mendapat kredit biaya Stripe hingga USD 15.000 (sekitar Rp 247,5 juta). Pemenang utama mendapat tiket otomatis ke Startup Battlefield 200 di TechCrunch Disrupt 2026 di San Francisco pada Oktober 2026 — salah satu kompetisi startup paling prestisius di dunia.
Pendaftaran ditutup pada 6 Juli 2026. Tidak ada perpanjangan waktu, tidak ada kesempatan kedua, dan tidak ada pengajuan terlambat setelah tenggat berlalu.
Pendaftaran gratis dan TechCrunch tidak mengambil ekuitas dari peserta. Startup terpilih wajib hadir langsung di Sydney pada 19 Agustus 2026 untuk pitching.
Pendiri startup yang tertarik bisa mengirimkan aplikasi melalui situs resmi TechCrunch sebelum 6 Juli 2026. Tim penyelenggara akan menyeleksi delapan startup untuk tampil di panggung utama Stripe Tour Sydney.
Bagi startup Australia dan Selandia Baru yang masih ragu, ini adalah kesempatan untuk mengubah pertanyaan "bagaimana jika" menjadi panggung global. Jika aplikasi tidak dikirim sebelum tenggat, peluang itu hilang selamanya.