PARIAMAN — Kejuaraan Nasional Sepatu Roda Pariaman Open 2026 resmi bergulir di Pantai Cermin, Kota Pariaman, Sumatera Barat. Kompetisi yang berlangsung dari 3 hingga 5 Juli 2026 ini diikuti oleh 756 atlet dari 42 klub yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Wakil Ketua 1 Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Keanggotaan PB Porserosi, Alfroki Martha, mengatakan event ini menjadi ajang penting bagi para atlet untuk menguji hasil latihan dan kompetensi mereka di lintasan.
Alfroki menyebut Kota Pariaman dipilih sebagai tuan rumah karena memiliki lintasan sepatu roda berstandar nasional. Panitia lokal juga dinilai sudah berpengalaman setelah beberapa kali menggelar kegiatan tingkat nasional.
Menurutnya, Pariaman berpotensi menggelar kejuaraan internasional. Panjang lapangan yang ada telah memenuhi standar, meski masih perlu pembangunan tribun penonton dan toilet untuk menunjang event yang lebih besar.
Sasaran utama PB Porserosi dari kejuaraan ini adalah memunculkan atlet muda berbakat. Para atlet potensial nantinya bisa mengikuti seleksi nasional yang diselenggarakan oleh organisasi olahraga cabang sepatu roda.
"Kompetisi ini menjadi ajang penting bagi para atlet untuk menguji hasil latihan dan kompetensi mereka di lintasan," kata Alfroki Martha di Pariaman, Jumat.
Ketua Panitia Pelaksana Kejurnas Pariaman Open Sepatu Roda, Syahroni Anwar, mengungkapkan peserta tidak hanya berasal dari Pulau Sumatra, tetapi juga dari Jawa. Provinsi yang mengirimkan klub antara lain Sumatera Barat sebagai tuan rumah, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat.
"Tahun kemarin Medan juara umum di sini, sekarang mereka ikut lagi dengan full team, juga ada klub yang baru pertama ke sini," ujarnya.
Syahroni menambahkan, para peserta memesan penginapan secara mandiri karena sudah pernah mengikuti kejuaraan di Pariaman sebelumnya. Dampak positifnya, okupansi hotel dan penginapan di kota itu terisi penuh selama event berlangsung.
"Alhamdulillah, berkat kegiatan ini penginapan penuh," tambahnya.
Selain lomba sepatu roda, Pariaman juga menggelar sejumlah acara pendukung seperti Hiburan Rakyat, makan bajamba, Festival Indang Kreasi, dan Bazar UMKM. Rangkaian kegiatan ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal dan mempromosikan budaya daerah kepada peserta dari luar daerah.