Lomba Marandang Lokan di Pantai Carocok Painan, Pemprov Sumbar Gencarkan Promosi Kuliner untuk Tarik Wisatawan

Penulis: Zulkifli Arief  •  Senin, 06 Juli 2026 | 17:17:31 WIB
Peserta lomba Marandang Lokan menunjukkan keahlian memasak rendang berbahan kerang lumpur di Pantai Carocok, Painan.

PESISIR SELATAN — Randang lokan, rendang berbahan dasar kerang lumpur khas Pesisir Selatan, menjadi primadona dalam lomba masak yang digelar di kawasan wisata Pantai Carocok, Painan. Lomba Marandang Lokan yang diinisiasi Dinas Pariwisata Pemprov Sumatera Barat ini diikuti puluhan peserta pada Sabtu (4/7/2026).

Mengapa Lokan Dipilih Sebagai Bahan Baku?

Lokan atau kerang lumpur merupakan hasil laut yang melimpah di perairan Pesisir Selatan. Selama ini, lokan lebih sering diolah menjadi gulai atau sup, namun inovasi mengolahnya menjadi rendang diyakini bisa menambah nilai kuliner daerah.

Dinas Pariwisata Pemprov Sumbar sengaja mengangkat randang lokan sebagai ikon lomba untuk memperkenalkan potensi pangan lokal yang belum banyak dikenal wisatawan. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi randang sebagai warisan kuliner Minangkabau yang terus dikembangkan.

Lomba Jadi Ajang Promosi Destinasi

Pantai Carocok dipilih sebagai lokasi lomba karena merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Pesisir Selatan. Dengan menggelar acara di tepi pantai, panitia berharap pengunjung bisa menikmati langsung suasana wisata sambil menyaksikan proses memasak randang lokan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi Pemprov Sumbar untuk mendongkrak kunjungan wisatawan, terutama pada momen liburan akhir pekan. Lomba Marandang Lokan diharapkan mampu menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke Pesisir Selatan.

Proses Memasak yang Unik

Berbeda dengan rendang daging sapi yang membutuhkan waktu berjam-jam, randang lokan memiliki karakteristik tersendiri. Para peserta lomba harus menguasai teknik memasak agar daging lokan tidak hancur dan bumbu meresap sempurna.

Setiap peserta menyajikan randang lokan dengan racikan bumbu andalan masing-masing. Penilaian lomba didasarkan pada cita rasa, kekentalan kuah, dan presentasi hidangan.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top