BMKG Pasang High Frequency Radar di Padang, Bantu Keselamatan Penyeberangan Kapal ke Mentawai

Penulis: Zulkifli Arief  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 14:44:01 WIB
BMKG memasang High Frequency Radar di Padang untuk memantau dinamika laut secara real-time.

PADANG — Kepala Stasiun Geofisika Kelas 1 Padang Panjang Suadi Ahadi mengatakan HF radar dirancang untuk mengetahui kondisi dinamika laut secara berkesinambungan dengan cakupan wilayah luas dan resolusi tinggi.

"Informasi gelombang laut dapat dimanfaatkan untuk mendukung keselamatan pelayaran dan navigasi," kata Suadi di Padang, Rabu.

Data Real-Time untuk Navigasi Kapal

Sistem ini menghasilkan data arus permukaan dan karakteristik gelombang secara langsung. Artinya, kapten kapal bisa mendapatkan informasi terkini sebelum kapal bertolak dari Pelabuhan Padang menuju Mentawai atau sebaliknya.

Hasil pemantauan dinamika arus laut juga menjadi data pendukung bagi pemangku kepentingan dalam pengembangan sistem pemantauan serta peringatan dini tsunami di Sumatera Barat.

Disambut Baik ASDP

General Manager PT ASDP Padang Hari Gunanto menyambut positif pemasangan HF radar. Menurutnya, alat ini membantu informasi seputar navigasi dan penyeberangan kapal.

Selama ini, ASDP selalu berkoordinasi dan menghimpun informasi dari BMKG sebelum kapal berlayar. BMKG rutin mengeluarkan prakiraan atau peringatan dini terkait potensi cuaca yang akan terjadi.

"Informasi ini menjadi rujukan penting bagi ASDP dan kapal sebelum berlayar," ujar Hari.

Memperkuat Sistem Peringatan Dini

Secara umum, HF radar merupakan sistem observasi kelautan berbasis teknologi radar frekuensi tinggi. Alat ini mampu memantau kondisi laut secara berkesinambungan dengan cakupan wilayah luas serta resolusi spasial temporal tinggi.

BMKG berharap keberadaan HF radar dapat mendukung peningkatan kualitas layanan informasi meteorologi maritim, memperkuat sistem peringatan dini bencana hidrometeorologi, serta menjadi sumber data bagi pemerintah, akademisi, dan masyarakat.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top