PADANG — Rangkaian banjir besar, banjir bandang, dan tanah longsor yang dipicu Siklon Tropis Senyar beberapa waktu lalu masih menyisakan duka mendalam bagi warga Sumatera Barat. Kerusakan infrastruktur dan tempat tinggal yang masif memaksa ratusan keluarga bertahan di hunian sementara (huntara) hingga kini.
Di tengah keterbatasan itu, Gerakan Sumatera Survive (GSS) Batch 4 berkolaborasi dengan Nyamas Batch 3 menggelar kegiatan kemanusiaan di Huntara Padang. Program yang didukung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) serta Kementerian Sosial Masyarakat ini fokus pada pemulihan psikologis anak-anak.
"Kami percaya satu langkah kecil bisa menghadirkan sejuta senyum dan harapan untuk Sumatera," ujar koordinator kegiatan, Juyen Vilirusia. Ia menjelaskan bahwa misi para relawan adalah menghadirkan kebahagiaan sederhana yang bermakna bagi anak-anak di pengungsian.
Beragam kegiatan edukatif dan rekreatif dihadirkan, mulai dari ice breaking, permainan kelompok, hingga terapi seni (art therapy). Anak-anak setempat terlihat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian sesi, terutama saat aktivitas menggambar dan mewarnai yang menjadi sarana ekspresi diri sekaligus pemulihan psikologis.
Sebagai puncak acara, para relawan mengajak anak-anak melakukan aksi cap tangan harapan. Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan dan semangat gotong royong antara relawan dan masyarakat di lokasi huntara.
Di akhir program, relawan membagikan hadiah kepada anak-anak dan melangsungkan sesi foto bersama. Keceriaan terpancar dari wajah para peserta yang untuk sementara waktu bisa melupakan kesulitan hidup di pengungsian.
Melalui program ini, penyelenggara berkomitmen menumbuhkan kembali semangat, kreativitas, dan rasa kepedulian sosial di lingkungan huntara. Kegiatan serupa direncanakan akan terus berlanjut untuk menjangkau lebih banyak anak penyintas bencana di Sumatera Barat.