Pencarian

Harga TBS Sawit di Dharmasraya Turun ke Rp 3.464 per Kilogram, Ini Daftar Harga Terbaru 21 Agustus 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 08:25:01 WIB
Harga TBS Sawit di Dharmasraya Turun ke Rp 3.464 per Kilogram, Ini Daftar Harga Terbaru 21 Agustus 2026
Harga TBS sawit di Dharmasraya tercatat turun dengan harga tertinggi Rp 3.942 per kilogram dari PT AWB dan terendah Rp 3.235 per kilogram dari PT Incasi Pangian.

DHARMASRAYA — Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya mencatat harga tertinggi TBS berada di angka Rp 3.942 per kilogram, ditetapkan oleh PT AWB berdasarkan ketetapan Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Barat periode 15–21 Agustus 2026. Sementara posisi terendah dibanderol Rp 3.235 per kilogram oleh PT Incasi Pangian.

Laju penurunan ini membuat para petani kelapa sawit di Dharmasraya kurang bergairah. Padahal, harga brondolan masih tercatat cukup tinggi, yakni Rp 3.950 per kilogram di PT DSL.

Daftar Harga TBS Non-Mitra di 8 PKS Dharmasraya

Dari total delapan PKS yang aktif melaporkan harga harian, berikut rincian harga TBS untuk petani non-mitra:

  • PT AWB (harga Disbun): Rp 3.942 per kilogram
  • PT HKI: Rp 3.490 per kilogram
  • PT DL: Rp 3.490 per kilogram
  • PT DSL: Rp 3.430 per kilogram
  • PT SMP: Rp 3.355 per kilogram
  • PT Sak Timpeh: Rp 3.310 per kilogram
  • PT Incasi Pangian: Rp 3.235 per kilogram

Adapun PT TKA tidak mencatatkan atau melaporkan harga pembelian pada periode ini. Dua PKS lainnya dilaporkan sedang tidak menerima buah dari masyarakat.

Harga TBS untuk Petani Mitra

Untuk petani mitra, daftar harga yang berlaku nyaris serupa dengan non-mitra. PT AWB tetap memegang harga tertinggi sesuai ketetapan Disbun Provinsi Sumbar, disusul PT HKI dan PT DL yang sama-sama mematok Rp 3.490 per kilogram.

PT DSL membeli Rp 3.430 per kilogram, PT SMP Rp 3.355 per kilogram, PT Sak Timpeh Rp 3.310 per kilogram, dan PT Incasi Pangian di posisi terendah Rp 3.235 per kilogram.

Dinamika Penyerapan dan Harapan Petani

Kendati seluruh PKS aktif melaporkan harga, kondisi penyerapan buah yang tidak merata menjadi catatan tersendiri. Dua pabrik yang berhenti menerima buah untuk sementara membuat petani harus mencari alternatif penjualan ke PKS lain yang jaraknya bisa lebih jauh.

Kondisi penurunan serta dinamika penyerapan TBS ini diharapkan segera membaik agar stabilitas perekonomian para petani sawit di Kabupaten Dharmasraya dapat kembali bergeliat. Fluktuasi harga TBS sendiri sangat dipengaruhi oleh harga minyak sawit mentah (CPO) global dan kebijakan tata niaga ekspor yang berlaku.

Follow sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jambiekspres.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks