PADANG — Demokrat Sumatera Barat (Sumbar) menggelar Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) sebagai langkah awal merapatkan barisan menjelang Pemilu 2029. Acara yang berlangsung di Padang pada Jumat (24/7) malam itu diikuti secara daring oleh Ketua Umum AHY, serta dihadiri langsung oleh Sekjen DPP Demokrat Herman Khaeron dan anggota DPR RI Mulyadi.
Salah satu target utama yang disampaikan dalam Musdalub adalah merebut kembali satu kursi DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Sumbar. Pada Pemilu 2024, Demokrat kehilangan kursi di dapil tersebut, padahal sebelumnya partai ini langganan dua kursi (Dapil 1 dan 2).
"Demokrat langganan dua kursi di DPR RI yaitu pada Dapil 1 dan 2, namun pada Pemilu 2024 kami kehilangan kursi di Dapil 1 sehingga harus didapatkan kembali," kata Herman Khaeron di Padang.
Dalam sambutannya via daring, AHY menekankan bahwa setiap kader harus mampu menjadi duta partai yang menghadirkan solusi nyata. Ia mengingatkan masyarakat Sumbar dikenal cerdas dan kritis, sehingga pendekatan rasional dan penuh empati mutlak diperlukan.
"Setiap kader harus mampu menjadi ambassador atau duta dalam menghadirkan solusi di tengah masyarakat. Masyarakat Sumbar dikenal cerdas dan kritis, sehingga partai harus menghadirkan pendekatan yang rasional dan penuh empati," ujar AHY.
AHY juga meminta seluruh kader saling mendukung, membangun kekuatan, kompetensi, dan kapasitas yang disertai integritas.
Musdalub juga membahas strategi menghadapi Pemilihan Kepala Daerah serentak 2031. Saat ini, Demokrat Sumbar memiliki lima pimpinan daerah yang merupakan kader partai. Herman Khaeron menegaskan, untuk mempertahankan posisi tersebut, suara DPRD kabupaten/kota harus meningkat.
"Untuk mempertahankannya tidak ada pilihan lain, suara DPRD kabupaten atau kota pun harus meningkat, segala persiapan harus dimulai dari sekarang," jelasnya.
Herman Khaeron secara khusus memesankan agar Mulyadi — yang maju sebagai calon Ketua DPD Demokrat Sumbar pada Musda 2026 — mampu mengawal target nasional. Jika terpilih, Mulyadi diminta mengembalikan satu kursi DPR RI yang hilang sekaligus meningkatkan perolehan kursi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
"Seperti yang disampaikan oleh Ketum partai (AHY) bahwa Musdalub adalah momentum untuk merapatkan barisan dan bersatu," kata Herman didampingi Mulyadi.
Musdalub ini menjadi sinyal awal bahwa Demokrat Sumbar serius membangun kekuatan internal lebih awal, jauh sebelum tahun politik 2029 dan 2031 bergulir.