SUMATERA BARAT — Warner Bros. Discovery mengumumkan pengujian format baru bernama HBO Max Shorts untuk sejumlah pengguna iPhone di AS. Fitur ini menyajikan cuplikan adegan ikonik dari pustaka HBO Max dalam format vertikal yang bisa digulir, mirip dengan feed video pendek pada platform lain.
Proses kurasi klip dalam fitur ini melibatkan gabungan AI dan editor manusia. Warner Bros. membangun alat AI internal yang menggunakan algoritma machine learning untuk memindai metadata di level adegan dari ribuan jam konten.
Alat ini kemudian menyaring adegan-adegan yang dinilai paling menarik dan berdampak tinggi untuk direkomendasikan kepada editor. Tim editor HBO Max lah yang mengambil keputusan akhir, memilih klip mana yang paling mewakili cerita yang disukai penonton.
Setelah terpilih, klip-klip tersebut di-render dalam format vertikal baru untuk memastikan pemutaran yang mulus di layar ponsel.
Salah satu keunggulan yang diklaim adalah personalisasi. Konten yang muncul dalam feed HBO Max Shorts dikatakan akan disesuaikan dengan selera pengguna berdasarkan riwayat tontonan mereka.
Jika sebuah klip menarik perhatian, pengguna bisa langsung menonton film atau serial yang bersangkutan secara penuh, atau menambahkannya ke daftar tontonan pribadi langsung dari feed. Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna menemukan tontonan baru dengan cepat.
Saat ini, fitur tersebut masih dalam tahap uji coba terbatas untuk pengguna iPhone di Amerika Serikat. Namun, Warner Bros. dikabarkan telah mengambil keputusan untuk meluncurkan fitur ini secara lebih luas ke perangkat dan pasar lain.
Belum ada informasi resmi mengenai jadwal peluncuran global, termasuk ketersediaannya di Indonesia. Layanan HBO Max sendiri sudah hadir di Indonesia melalui penyedia layanan pihak ketiga.
Meski bertujuan memudahkan eksplorasi konten, pengumuman ini menuai respons beragam. Sejumlah pengamat dan pengguna teknologi mempertanyakan urgensi format video vertikal untuk layanan streaming film dan serial premium.
"Tolong jangan. Berita untuk Warner Bros: ponsel juga bisa dipegang secara horizontal," tulis salah satu editor dari 9to5Mac dalam komentarnya. Pandangan ini mencerminkan kekhawatiran bahwa tren video vertikal dipaksakan masuk ke ranah konten yang secara tradisional dinikmati dalam format horizontal atau layar lebar.
Meski begitu, pendekatan hibrida antara kurasi AI dan editor manusia bisa menjadi nilai tambah. Metode ini berpotensi menghasilkan rekomendasi yang lebih relevan dibandingkan sistem rekomendasi yang sepenuhnya otomatis, namun tetap mempertahankan sentuhan kuratorial yang dianggap penting untuk menjaga kualitas tayangan.