PADANG — Sebanyak 60 mahasiswa terbaik Kota Padang bakal menempuh pendidikan dengan skema beasiswa 1–2–1 yang melibatkan kampus di Tiongkok. Program itu menjadi salah satu hasil nyata dari penguatan kolaborasi antara Pemkot Padang, Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Andalas, Politeknik Negeri Padang, UPI YPTK, dan sembilan universitas di Guangdong.
Skema 1–2–1 yang dimaksud memungkinkan mahasiswa menjalani sebagian masa studi di dalam negeri dan sebagian lagi di luar negeri. Para mahasiswa ini diharapkan pulang dengan kompetensi global yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Wali Kota Padang Fadly Amran menyebut pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah yang dituangkan dalam Program Unggulan Padang Juara. Menurutnya, akses pendidikan yang merata dan berkualitas tidak bisa dicapai tanpa kemitraan luas dengan perguruan tinggi.
“Pemerintah Kota Padang terus memperluas kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi agar masyarakat memperoleh akses pendidikan yang semakin merata, berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan masa depan,” kata Fadly dalam sambutannya di hadapan ribuan peserta.
Dalam kesempatan itu, Fadly memberikan apresiasi kepada UNP yang dinilai aktif mendukung Tim Percepatan Pendidikan Kota Padang. Dua tokoh dari UNP, Prof. Ganefri dan Satria Haris, disebut berkontribusi langsung dalam percepatan program-program pendidikan di ibu kota Provinsi Sumatera Barat tersebut.
Seminar yang menjadi rangkaian Hari Jadi ke-357 Kota Padang ini juga menghadirkan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. Hadir pula CEO Education Malaysia Global Services (EMGS), Novie Tajuddin, yang mewakili Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia.
Auditorium UNP dipadati ribuan kepala sekolah, guru, akademisi, dan pemangku kepentingan pendidikan. Diskusi berlangsung dinamis, mencakup kebijakan, riset, hingga inovasi sekolah yang bisa direplikasi di tingkat kota.
Agenda seminar tidak hanya berhenti pada diskusi. Sejumlah nota kesepahaman ditandatangani, disusul pemaparan praktik baik dari sekolah-sekolah yang sudah menjalankan program inovasi. Kegiatan ini memperkuat komitmen Kota Padang dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 tentang Kemitraan.
Fadly berharap kolaborasi ini mampu mencetak sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global. “Kita ingin lulusan dari Padang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga punya pengalaman internasional,” ujarnya.