PADANG — Veodri Ugraha Marvi dan Cinta Early, dua siswa SMP Negeri 25 Padang, memastikan diri tampil pada O2SN tingkat nasional tahun 2026. Keduanya menjadi yang terbaik pada ajang O2SN tingkat Provinsi Sumatera Barat, dengan Veodri unggul di nomor jurus tunggal pencak silat dan Cinta Early di cabang renang.
Kepala SMP Negeri 25 Padang, Herry Susanto, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan buah dari kerja keras para siswa serta dukungan penuh dari sekolah, keluarga, dan pelatih selama proses pembinaan. “Veodri berhasil menjadi juara pertama tingkat Provinsi Sumatera Barat pada cabang pencak silat, sedangkan Cinta Early menjadi yang terbaik pada O2SN cabang renang tingkat provinsi. Keduanya akan mewakili Sumatera Barat pada O2SN tingkat nasional,” ujarnya.
Menjelang kompetisi nasional yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026, kedua atlet pelajar ini meningkatkan porsi latihan secara signifikan. Veodri mengaku menjalani latihan enam kali dalam sepekan untuk mengasah teknik dan ketahanan fisiknya.
“Saya berlatih enam kali dalam seminggu sebagai persiapan menghadapi O2SN tingkat nasional pada September nanti. Terima kasih kepada SMP Negeri 25 Padang, terutama Bapak Kepala Sekolah, yang selalu memberikan dukungan,” kata Veodri.
Hal serupa dilakukan Cinta Early, siswa kelas IX.1 yang bahkan menambah frekuensi latihannya menjadi 15 kali dalam seminggu. “Untuk persiapan nasional, intensitas latihan saya ditingkatkan menjadi 15 kali dalam seminggu. Saya berterima kasih kepada SMP Negeri 25 Padang, Dinas Pendidikan, serta Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang yang telah memberikan dukungan kepada saya,” ujar Cinta.
Perjalanan Cinta Early menuju panggung nasional tidak singkat. Sebelum menjadi juara di tingkat kota dan provinsi, perenang muda ini telah mengoleksi sederet medali dari berbagai kejuaraan daerah. Ia tercatat meraih tujuh medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu pada Kejuaraan Daerah, serta empat medali emas dan empat medali perak pada ajang Yuyong Series.
Sementara itu, Veodri tampil meyakinkan dengan meraih medali emas pada nomor jurus tunggal pencak silat di tingkat provinsi. Prestasi keduanya dinilai menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan atlet pelajar di Kota Padang.
SMP Negeri 25 Padang menyebut keberhasilan ini tidak lepas dari pengembangan potensi siswa yang dilakukan lewat 19 kegiatan ekstrakurikuler. Bidang yang difasilitasi mencakup olahraga, akademik, seni, hingga penelitian. Sekolah memberi ruang bagi siswa untuk berkembang, sementara pembinaan lanjutan dilakukan bersama klub masing-masing agar kemampuan mereka terus meningkat.
“Yang terpenting adalah anak-anak memiliki cita-cita tinggi, disiplin, dan semangat juang. Prestasi tidak datang dengan sendirinya, tetapi diraih melalui latihan yang sungguh-sungguh. Nilai inilah yang ingin kami tanamkan kepada seluruh siswa,” kata Herry.
Sekolah berharap Veodri dan Cinta mampu tampil maksimal di tingkat nasional dan mengharumkan nama Kota Padang serta Sumatera Barat.