KUPANG — Ratusan getaran susulan masih terus mengguncang wilayah pesisir utara Flores pascagempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di laut sekitar 30 kilometer dari Mbay, Kabupaten Nagekeo, Sabtu pagi. Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang Arief Tystama menyebutkan, hingga pukul 10.00 WITA, total gempa susulan telah mencapai 111 kali.
"Informasi terbaru hingga pukul 10.00 WITA telah terjadi total 111 kali gempa bumi susulan," kata Arief dalam konferensi pers di Mapolda NTT, Sabtu pagi.
Kendati kekuatan getaran susulan cenderung menurun, Arief mengingatkan masyarakat di kawasan Flores untuk tidak menurunkan kewaspadaan. Aktivitas seismik dipastikan masih berlangsung dan dapat berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.
Gempa utama tercatat terjadi pukul 05.58 WITA dengan pusat gempa pada koordinat 8,41 derajat lintang selatan dan 121,39 derajat bujur timur. Kedalaman hiposenter mencapai 15 kilometer, menjadikannya gempa dangkal yang getarannya terasa kuat hingga ke sejumlah kabupaten di NTT.
BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami level 2 pada pukul 07.03 WITA menyusul gempa utama. Status siaga tersebut mencakup empat provinsi: NTT, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tenggara.
Di NTT, wilayah yang masuk status siaga meliputi Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat bagian utara, Ende bagian utara, dan Sikka bagian utara. Sementara di Sulawesi Selatan, tiga kabupaten yakni Selayar, Jeneponto, dan Bantaeng juga sempat berstatus siaga tsunami.
Setelah dilakukan pemantauan muka air laut, BMKG resmi mencabut peringatan dini tsunami tersebut.
Lokasi pusat gempa yang berada di laut dengan kedalaman dangkal menjadi alasan utama BMKG mengeluarkan peringatan dini. Gempa dangkal di zona subduksi memiliki potensi menyebabkan deformasi dasar laut yang dapat memicu gelombang tsunami.
Masyarakat pesisir diimbau tetap menjauhi pantai sementara waktu meski peringatan telah dicabut, sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan berkekuatan besar.
Hingga berita ini diturunkan, BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah Nagekeo dan sekitarnya. Data terbaru menunjukkan magnitudo gempa susulan terakhir tercatat 3,8.