Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.607, Berbalik Melemah ke Rp17.649 Seiring Dolar AS Terus Naik

Penulis: Redaksi  •  Senin, 14 September 2026 | 11:15:31 WIB
Rupiah dibuka menguat ke Rp17.607 per dolar AS pada Senin (14/9/2026) sebelum berbalik melemah ke Rp17.649.

Rupiah dibuka menguat tipis 4 poin ke level Rp17.607 per dolar AS pada Senin (14/9/2026) pukul 09.05 WIB, sebelum berbalik melemah 38 poin ke Rp17.649 pada pukul 10.57 WIB. Pergerakan hari ini terjadi saat indeks dolar AS terus menguat dari 99,19 ke 99,33, menekan mata uang sejumlah negara Asia. Pelemahan rupiah melanjutkan tren Jumat (11/9/2026) ketika ditutup melemah 0,36% ke Rp17.611 per dolar AS.

JAKARTA — Rupiah membuka perdagangan pekan ini dengan penguatan tipis 0,02% atau 4 poin ke level Rp17.607 per dolar AS pada pukul 09.05 WIB. Saat pembukaan itu, indeks dolar AS tercatat menguat 0,07% ke posisi 99,19.

Penguatan tidak bertahan lama. Memasuki pukul 10.57 WIB, rupiah berbalik melemah 0,22% atau 38 poin menuju level Rp17.649 per dolar AS. Indeks dolar AS terus menanjak 0,21% ke posisi 99,33 pada waktu yang sama.

Pergerakan hari ini melanjutkan tekanan yang sudah terjadi pada perdagangan sebelumnya, Jumat (11/9/2026). Saat itu rupiah ditutup melemah 0,36% ke level Rp17.611 per dolar AS.

Mata Uang Asia Terbelah, Ringgit hingga Peso Ikut Tertekan

Pelemahan tidak hanya dialami rupiah. Sejumlah mata uang Asia lain juga tertekan pada perdagangan Jumat lalu. Ringgit Malaysia turun 0,09%, rupee India turun 0,28%, dan peso Filipina turun 0,26%.

Sebaliknya, beberapa mata uang justru menguat. Won Korea naik 0,38%, dolar Singapura naik 0,02%, yuan China menguat 0,03%, baht Thailand naik 0,09%, dan yen Jepang menguat 0,10%.

Pergerakan yang terbelah ini menunjukkan tekanan dolar AS tidak merata ke seluruh kawasan. Pasar masih mencermati perkembangan eksternal yang memengaruhi arus modal ke negara berkembang.

Ketegangan Iran-Amerika Serikat dan Harga Minyak Jadi Pemicu

Faktor utama yang menekan rupiah adalah ketegangan geopolitik Iran-Amerika Serikat yang kini memasuki bulan ketujuh. Konflik tersebut disebut sebagai salah satu pertempuran terparah dalam beberapa bulan terakhir.

Eskalasi itu mengganggu distribusi minyak mentah dunia. Harga minyak mentah Brent per 10 September 2026 berada di level US$107,63 per barel, melonjak jauh dari US$71,80 per barel pada Juli 2026.

Lonjakan harga minyak di atas asumsi APBN 2026 meningkatkan risiko defisit fiskal. Pasalnya, beban subsidi BBM membengkak sementara Indonesia merupakan importir neto minyak.

Analis Proyeksikan Rupiah Bergerak di Rentang Rp17.610-Rp17.650

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan rupiah bergerak fluktuatif di rentang Rp17.610-Rp17.650 hari ini. Untuk sepekan ke depan, ia memperkirakan rentang Rp17.500-Rp17.850.

Proyeksi itu bersifat tambahan dan bukan fakta pergerakan yang sudah terjadi. Pasar tetap akan merespons data aktual serta perkembangan harga minyak dan indeks dolar AS.

Bagi masyarakat, pelemahan rupiah berpotensi terasa pada harga barang impor dan bahan baku industri. Namun dampak ke harga eceran umumnya tidak langsung dan bergantung pada durasi pelemahan.

Pelaku usaha yang bergantung pada bahan baku impor perlu mencermati pergerakan kurs dalam beberapa hari ke depan. Sementara eksportir bisa memanfaatkan level kurs saat ini untuk mengunci harga jual.

Pemerintah belum memberikan pernyataan resmi terkait pergerakan kurs hari ini. Bank Indonesia sebagai otoritas moneter memiliki instrumen untuk menjaga stabilitas rupiah di pasar valuta asing.

Data Kurs Rupiah/USD, Senin 14 September 2026

WaktuKursIndeks Dolar AS
09.05 WIBRp17.607 (menguat 0,02% / 4 poin)99,19
10.57 WIBRp17.649 (melemah 0,22% / 38 poin)99,33

Mata Uang Asia Lain (Jumat, 11 September 2026)

Mata UangPergerakan
Ringgit Malaysia−0,09%
Rupee India−0,28%
Peso Filipina−0,26%
Won Korea+0,38%
Dolar Singapura+0,02%
Yuan China+0,03%
Baht Thailand+0,09%
Yen Jepang+0,10%

Harga minyak mentah Brent per 10 September 2026 berada di level US$107,63 per barel, melonjak dari US$71,80 per barel pada Juli 2026, dipicu ketegangan geopolitik Iran-Amerika Serikat yang memasuki bulan ketujuh.

Analis PT Traze Andalan Futures memproyeksikan rupiah bergerak di rentang Rp17.610–Rp17.650 hari ini dan Rp17.500–Rp17.850 dalam sepekan ke depan. Data pergerakan pasar bersifat dinamis dan dapat berubah.

Reporter: Redaksi
Back to top