Hujan Masih Guyur Sumatera Barat Saat El Nino, BMKG Minangkabau Wanti Potensi Banjir Bandang

Penulis: Faisal Hasbi  •  Jumat, 25 September 2026 | 07:31:01 WIB
Hujan masih mengguyur Sumatera Barat di tengah periode El Nino.

PADANG — Hujan yang masih mengguyur Sumatera Barat di tengah periode El Nino membuat wilayah Ranah Minang berpotensi dilanda banjir bandang. Posisi geografis Sumbar yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia dan diapit Bukit Barisan disebut menjadi penyebab utama penumpukan massa udara basah di wilayah ini.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Decky Irmawan, mengungkapkan bahwa dua faktor geografis tersebut membuat Sumbar tetap menerima pasokan uap air dari laut meski sebagian besar wilayah Indonesia sedang mengalami kondisi kering akibat El Nino.

Mengapa Sumbar Tetap Diguyur Hujan saat El Nino?

Samudra Hindia di sisi barat Sumbar menjadi sumber uap air yang terus mengalir ke daratan. Massa udara basah itu kemudian terangkat oleh deretan Bukit Barisan yang membentang di sepanjang pulau, memicu pembentukan awan hujan.

Kondisi inilah yang membedakan Sumbar dari banyak provinsi lain yang saat ini justru menghadapi kekeringan akibat El Nino. Hujan yang terus turun di Ranah Minang menjadi anomali cuaca yang perlu diwaspadai warganya.

Banjir Bandang Jadi Ancaman Nyata

Hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi panjang berpotensi memicu banjir bandang, terutama di kawasan lereng dan bantaran sungai yang berhulu di Bukit Barisan. Warga di daerah rawan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kenaikan debit air secara mendadak.

Decky menjelaskan bahwa penumpukan massa udara basah di Ranah Minang menjadi faktor utama yang membuat hujan terus terjadi di wilayah tersebut. Pernyataan itu disampaikannya saat menjelaskan kondisi cuaca terkini di Sumbar.

Warga Diminta Pantau Informasi Cuaca Resmi

Masyarakat diimbau memantau perkembangan cuaca dari kanal resmi BMKG agar bisa mengantisipasi risiko banjir bandang dan tanah longsor. Informasi dini menjadi kunci untuk mengurangi dampak bencana hidrometeorologi di daerah rawan.

Pemantauan kondisi sungai dan lereng menjadi langkah penting bagi warga yang tinggal di kawasan berisiko tinggi. Sumbar yang secara geografis dikelilingi perairan dan pegunungan memang menyimpan potensi cuaca ekstrem sepanjang tahun.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top