Bayi 11 Hari di Ogan Ilir Tersayat Pisau, Polisi Tunggu Laporan Keluarga

Penulis: Teuku Fahreza  •  Sabtu, 26 September 2026 | 12:36:01 WIB
Bayi berusia 11 hari di Ogan Ilir menjalani operasi setelah lehernya tersayat pisau.

SUMATERA BARAT — Bayi berusia 11 hari di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, harus menjalani operasi setelah lehernya tersayat pisau di kediaman keluarganya. Polisi telah mengecek lokasi kejadian dan kondisi korban, namun pihak keluarga belum membuat laporan resmi karena masih fokus pada perawatan bayi di RSUP Mohammad Hoesin Palembang.

Peristiwa nahas itu terjadi di Desa Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, Ogan Ilir, pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 03.30 WIB. Bayi laki-laki berinisial ER diduga menjadi korban aksi ibu kandungnya sendiri, NH (30).

Saat kejadian, ayah korban, Habil (43), terbangun dan melihat istrinya menempelkan pisau ke leher bayi mereka. Habil berusaha merebut senjata tajam tersebut, namun dalam perebutan itu leher bayi justru tersayat.

Kronologi Singkat Versi Polisi

Kasatres PPA-PPO Polres Ogan Ilir Iptu Tri Nensy membenarkan rangkaian kejadian tersebut. Menurutnya, ayah korban sempat berupaya mencegah aksi istrinya sebelum insiden terjadi.

"Saksi mata yang juga ayah korban terbangun dan melihat istrinya menempelkan pisau di leher anak mereka," kata Nensy saat dikonfirmasi, Sabtu (26/9/2026).

"Saat terjadi perebutan senjata tajam tersebut, leher korban tersayat pisau. Setelah itu pisau diamankan ayah korban," sambungnya.

Kondisi Bayi Setelah Operasi

Bayi ER langsung mendapat penanganan medis dan kini dirawat di RSUP Mohammad Hoesin Palembang. Menurut Nensy, korban telah menjalani tindakan operasi oleh dokter dan saat ini masih dalam observasi.

"Untuk kondisi bayi, sudah mendapatkan tindakan operasi dari dokter. Selanjutnya masih dilakukan tindakan observasi memantau kesehatan bayi," ujarnya.

Mengapa Keluarga Belum Melapor ke Polisi

Hingga kini, pihak keluarga belum membuat laporan resmi terkait kejadian tersebut. Polisi menyebut keluarga masih fokus pada proses pemulihan kesehatan bayi.

"Untuk sementara yang bersangkutan dari pihak keluarga belum membuat laporan kepolisan. Pihak keluarga masih fokus ke proses kesehatan anak," kata Nensy.

Meski belum ada laporan, polisi tetap memantau kondisi bayi dan ibunya. Petugas juga belum dapat meminta keterangan dari NH karena kondisinya masih syok dan belum memungkinkan untuk diperiksa.

"Untuk ibunya akan menjalani pemeriksaan kesehatan di rumah sakit. Hingga kini keluarga belum membuat laporan tapi kami tetap memantau kondisi bayi dan ibunya," pungkasnya.

Langkah Hukum yang Masih Menunggu

Tanpa laporan resmi dari keluarga, proses hukum belum bisa berjalan meski polisi sudah mengecek lokasi kejadian dan kondisi korban. NH saat ini masih berada di rumah dalam kondisi syok.

Polisi menyatakan akan menunggu perkembangan kondisi kesehatan bayi dan ibunya sebelum menentukan langkah lanjutan. Pemeriksaan kesehatan NH di rumah sakit menjadi salah satu tahapan yang masih ditunggu.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top