JAKARTA — Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menyatakan operasi modifikasi cuaca digelar untuk membantu mengurai asap di wilayah terdampak karhutla. Dua pesawat angkut Hercules dikerahkan, masing-masing Hercules A-1344 dan Hercules A-1339.
Pesawat Hercules A-1339 mendistribusikan 2.338 kilogram dry ice melalui dua sortie ke Banjarmasin. Sementara Hercules A-1344 mengangkut 1.123 kilogram dry ice ke Banjarmasin dan 1.162 kilogram ke Palembang.
Total muatan yang diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma mencapai 4,6 ton. Angka itu terbagi ke dua kota tujuan di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan.
Setelah tiba di Palembang dan Banjarmasin, personel di lokasi menyebarkan dry ice ke langit wilayah karhutla menggunakan pesawat. Cara itu diharapkan memunculkan hujan buatan untuk memadamkan titik api yang masih aktif.
Hujan buatan menjadi salah satu jalur pemadaman ketika titik api sulit dijangkau lewat jalur darat. Penyemaian bahan ke awan membantu mempercepat pembentukan hujan di area terbakar.
Muhammad Nas memastikan TNI akan terus menyediakan armada pesawat angkut untuk mendukung proses pemadaman karhutla melalui OMC. Menurut dia, dukungan alutsista udara merupakan bagian dari upaya berkelanjutan TNI bersama instansi terkait.
"Dukungan alutsista udara ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan TNI bersama instansi terkait dalam mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca, mendukung pembentukan awan hujan serta membantu mengurai kabut asap di wilayah terdampak karhutla," ucap Nas.
Operasi modifikasi cuaca melibatkan lintas instansi, tidak hanya TNI AU sebagai penyedia armada angkut. Pengiriman dry ice dari Jakarta menjadi tahap awal sebelum penyemaian dilakukan di langit wilayah karhutla.