PAYAKUMBUH — Rombak susunan kabinet di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh berlangsung lewat pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin langsung Wali Kota Zulmaeta. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) turut menyaksikan prosesi yang digelar untuk mewujudkan tata kelola birokrasi profesional, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan pelayanan publik.
Dari 114 pejabat yang dilantik, sebanyak 14 orang mengisi posisi administrator, 11 orang dilantik sebagai kepala sekolah, 86 orang menempati jabatan pengawas, dan 3 orang masuk kategori pejabat fungsional. Komposisi itu menempatkan pejabat pengawas sebagai kelompok terbesar dalam rombakan kali ini.
Trilogi Zuzema Jadi Kompas Moral Pejabat Baru
Dalam amanatnya, Zulmaeta menetapkan aturan main baru bagi seluruh pejabat birokrasi melalui penerapan Trilogi Zuzema. Wali Kota menyebut tiga pilar itu sebagai landasan utama yang harus dipegang setiap pejabat yang baru dilantik.
"Seluruh pejabat yang dilantik hari ini harus menjadikan Trilogi Zuzema sebagai landasan utama: Kejujuran untuk menjauhi korupsi, kolusi, dan nepotisme; Loyalitas yang tegak lurus pada aturan dan kepentingan masyarakat, bukan sekadar menyenangkan atasan; serta Profesionalisme dalam bekerja berbasis data dan asas the right man on the right place," tegas Zulmaeta.
Pesan itu menyasar langsung praktik yang kerap muncul di lingkungan birokrasi daerah. Loyalitas, menurut Zulmaeta, tidak boleh dimaknai sebagai upaya menyenangkan atasan, melainkan ketaatan pada aturan dan kepentingan warga Payakumbuh.
Peran Administrator hingga Kepala Sekolah Dirinci
Zulmaeta merinci tugas krusial di masing-masing hierarki jabatan. Pejabat administrator dituntut mengambil peran strategis sebagai manajer perantara yang mampu menerjemahkan arahan pimpinan menjadi aksi nyata di tengah masyarakat.
Pejabat pengawas diinstruksikan menjadi motor penggerak operasional di lapangan. Mereka diminta sigap memastikan kebijakan yang diambil pemerintah kota berjalan efektif sampai ke tingkat bawah.
Perhatian khusus diberikan kepada 11 kepala sekolah yang baru dilantik. Wali Kota meminta mereka tidak bekerja sekadar sebagai tenaga administratif, tetapi tampil sebagai pemimpin, manajer, sekaligus inovator pendidikan.
"Sekolah merupakan garda terdepan mencetak generasi berkarakter di Kota Payakumbuh. Ciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif dengan menerapkan manajemen berbasis merit," pesannya.
Zulmaeta Larang Pejabat Bekerja Sektoral
Menutup arahannya, Zulmaeta mengingatkan agar tidak ada pejabat yang bekerja secara sektoral atau membentuk kubu-kubu tersendiri di dalam pemerintahan. Sinergi lintas perangkat daerah disebutnya sebagai syarat agar pelayanan publik berjalan utuh.
"Jabatan ini adalah amanah, bukan sekadar kenaikan status. Junjung tinggi kode etik dan bersinergilah untuk saling melengkapi dalam satu sistem pelayanan publik yang utuh demi kemajuan Kota Payakumbuh," pungkasnya.
Rombakan kabinet ini menempatkan sejumlah nama pada posisi strategis di Sekretariat Daerah, Inspektorat, BKPSDM, Dinas Sosial, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Koperasi dan UKM, hingga Dinas Perhubungan. Yuniri Yunirman menempati Kepala Bagian Perekonomian Setda, sementara A Arifianto dilantik sebagai Sekretaris Inspektorat.