Pencarian

ROG AI Masterclass: ASUS Bongkar Cara Laptop Gaming Dipakai untuk Automasi Kerja 2x Lebih Cepat

Sabtu, 15 Agustus 2026 • 09:54:01 WIB
ROG AI Masterclass: ASUS Bongkar Cara Laptop Gaming Dipakai untuk Automasi Kerja 2x Lebih Cepat
Peserta mengikuti sesi ROG AI Masterclass yang digelar ASUS di Yogyakarta pada Sabtu (15/8/2026).

SUMATERA BARAT — Banyak orang Indonesia membeli laptop gaming bertenaga tinggi, tapi pemakaiannya berhenti di game dan tugas ringan. Padahal, komponen seperti GPU dan NPU di dalamnya bisa diarahkan untuk menjalankan model AI lokal—tanpa langganan cloud, tanpa khawatir data bocor ke server orang lain. Acara yang digelar ASUS di Yogyakarta pada Sabtu (15/8/2026) ini mencoba menjembatani celah tersebut, mengajak kreator dan profesional agar tidak sekadar menjadi penonton di era AI.

Kenapa AI Lokal Lebih Relevan daripada ChatGPT untuk Kerja Harian?

Ketergantungan pada AI berbasis internet seperti ChatGPT punya dua masalah besar: koneksi lemot menghentikan pekerjaan, dan privasi data jadi taruhan. AI lokal memindahkan "otak" pemrosesan ke dalam hardware laptop itu sendiri, memanfaatkan tenaga GPU dan NPU yang sudah tertanam.

Hasilnya, proses berjalan instan, tidak menguras kuota, dan dokumen kerja tidak perlu diunggah ke mana-mana. Ini bukan soal pilih-pilih teknologi, tapi soal efisiensi dan keamanan data yang selama ini diabaikan.

Automasi dengan AI Agent: Klaim Pemangkasan Waktu hingga 50 Persen

Kolaborasi ASUS dengan kolektif kreatif Mindplace menjadi sorotan utama dalam workshop ini. Mereka mendemonstrasikan AI Agent—asisten digital yang bisa disuruh menyelesaikan tugas-tugas repetitif secara otomatis. La Junta dari Mindplace menunjukkan bagaimana merancang ruang kerja masa depan yang mengandalkan AI lokal untuk pekerjaan yang biasanya memakan waktu berjam-jam.

Klaimnya, dengan workflow yang benar, waktu produksi konten atau pekerjaan kantor bisa dipangkas hingga setengahnya. Ini jawaban untuk industri kreatif yang dituntut bekerja cepat tanpa mengorbankan kualitas, dan demonstrasi ini menunjukkan bahwa laptop gaming bukan cuma soal frame rate game.

Dua Lini Andalan: ROG Zephyrus Duo dan ROG Flow Z13

Untuk mendukung skenario kerja berat tersebut, ASUS menyiapkan dua lini utama. ROG Zephyrus Duo dengan layar gandanya dirancang untuk multitasking ekstrem—satu layar untuk timeline editing, satu lagi untuk panel kontrol AI. ROG Flow Z13 hadir sebagai form factor tablet yang lebih ringkas, tetap membawa GPU bertenaga untuk pemrosesan AI lokal di mana saja.

Keduanya bukan laptop gaming konvensional. Keduanya adalah "superkomputer kantoran" yang kebetulan bisa main game, dengan kemampuan komputasi yang bisa diarahkan untuk rendering, analisis data, atau menjalankan model bahasa lokal.

Posisi ASUS: Bukan Sekadar Menjual Hardware

Country Manager ASUS Indonesia, Lenny Lin, menegaskan bahwa memiliki laptop kencang saja tidak cukup jika penggunanya tidak tahu cara memaksimalkannya. "AI itu sekarang bukan lagi teknologi masa depan yang ada di film-film, tapi sudah jadi teman kerja sehari-hari. Lewat ROG AI Masterclass, kita mau bantu komunitas biar tahu cara praktis pakai AI buat dongkrak kreativitas dan kualitas kerja mereka," ujarnya dalam keterangan resmi.

Pernyataan ini menegaskan pergeseran strategi ASUS dari sekadar penjual perangkat keras menjadi pembangun ekosistem. "Kita berkomitmen bangun ekosistem supaya pengguna bisa maksimalin potensi AI buat kebutuhan apa pun di masa depan," tambah Lenny.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Meski potensinya besar, ada catatan yang perlu dipertimbangkan sebelum mengeluarkan puluhan juta rupiah. Pertama, harga lini ROG Zephyrus Duo dan Flow Z13 berada di segmen premium—bukan investasi kecil untuk sekadar mencoba fitur AI. Kedua, efektivitas AI Agent sangat bergantung pada kemauan pengguna untuk mempelajari workflow baru; tanpa itu, laptop ini tetap jadi mesin gaming mahal.

Ketiga, ekosistem AI lokal masih berkembang. Tidak semua aplikasi produktivitas populer sudah dioptimalkan untuk NPU atau GPU di laptop ini. Jadi, pastikan kebutuhan spesifikmu (misalnya, menjalankan model bahasa tertentu atau software editing tertentu) didukung oleh perangkat keras ini sebelum memutuskan membeli.

Verdict: Untuk Siapa Laptop Ini Layak Dibeli?

Laptop ROG dengan fokus AI lokal ini paling masuk akal untuk kreator konten, data analyst, atau profesional yang bekerja dengan data sensitif dan butuh pemrosesan cepat secara offline. Jika pekerjaanmu masih bisa diselesaikan dengan laptop standar dan tidak membutuhkan komputasi berat, nilai investasinya akan terbuang percuma.

Untuk gamer yang sesekali bekerja, laptop ini tetap pilihan menarik karena performa gamingnya tidak diragukan. Namun, jika motivasi utamanya hanya untuk bermain game, ada opsi lain dengan harga lebih bersahabat yang bisa dipertimbangkan.

Follow sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suara.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks