Sebanyak 36 unit sekolah di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang rusak akibat bencana hidrometeorologi direvitalisasi menggunakan dana Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) senilai Rp 25,04 miliar. Dari jumlah itu, 15 sekolah telah selesai 100 persen dan 21 unit sisanya masih berjalan dengan bobot pekerjaan di atas 50 persen. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam menargetkan seluruh pekerjaan rampung dalam beberapa pekan ke depan.
LUBUK BASUNG — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam, Andri, menyatakan pekerjaan fisik ke-36 sekolah tersebar di tiga jenjang pendidikan. Rinciannya, 16 unit Kelompok Belajar (KB) dan TK, 15 unit SD, serta lima unit SMP. Pendampingan teknis dilakukan Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam, Deputra Ariandi.
Kelompok Belajar dan TK: 10 Unit Sudah Tuntas
Dari 16 unit KB dan TK, sebanyak 10 di antaranya telah selesai 100 persen. Kesepuluh sekolah itu adalah KB Harapan Bunda Palupuh, TK Aba Bunga Tanjung, TK Muhammadiyah Maninjau, TK Aisyiyah Gumarang, dan TK Al Hidayah Balingka.
Selanjutnya, TK Baiturahman Ampek Nagari, TK Harapan Ayah Bunda Ampek Nagari, TK Darussalam Muaro Putih, TK Nurul Iman Gadih Angik, serta TK Babusalam Palembayan. "Enam yang belum selesai dengan bobot pekerjaan sekitar 75-95 persen," kata Andri.
Empat SD Rampung, 11 Unit Masih Dikebut
Di jenjang sekolah dasar, empat dari 15 sekolah telah selesai 100 persen, yakni SDN 04 Sungai Rangeh, SDN 19 Koto Tinggi, SDN 17 Gobah, dan SDN 19 Pasir Tinggi. Sebelas unit lainnya masih dikerjakan dengan bobot 75,65 hingga 96 persen.
Adapun untuk tingkat SMP, baru SMP 2 Tanjung Raya yang tuntas. Empat sekolah menengah lainnya tercatat pada kisaran bobot pekerjaan 60 sampai 98 persen. "Kita berharap beberapa minggu ke depan, pembangunan seluruh sekolah sudah selesai 100 persen," ujar Andri.
Rincian Anggaran Rp 25,04 Miliar per Jenjang
Dana revitalisasi Rp 25,04 miliar dialokasikan untuk tiga kelompok penerima. KB dan TK 16 unit mendapat Rp 6,78 miliar, SD 15 unit Rp 8,15 miliar, dan SMP lima unit Rp 10,10 miliar.
Program ini merupakan bantuan pemerintah pusat untuk memulihkan sarana pendidikan yang rusak akibat bencana alam. Pemerintah Kabupaten Agam melakukan pengawalan agar seluruh sekolah penerima bantuan bisa segera dipakai kembali.
Belajar Aman Jadi Kunci Pemulihan Pascabencana
Andri menegaskan revitalisasi bukan sekadar memperbaiki bangunan rusak. Menurutnya, gedung sekolah yang layak menjadi faktor penting untuk mendukung kualitas pembelajaran dan kenyamanan peserta didik.
"Revitalisasi ini tidak hanya memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi juga menjadi upaya menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman dan mendukung peningkatan mutu pendidikan," katanya.
Dengan dukungan pemerintah pusat dan pengawalan Pemkab Agam, kegiatan belajar mengajar diharapkan kembali berjalan optimal di seluruh sekolah penerima bantuan.