LUBUK BASUNG — Ratusan siswa di Kabupaten Agam akan segera belajar di gedung yang lebih layak. Pemerintah daerah memastikan 46 sekolah yang rusak akibat bencana hidrometeorologi akhir November 2025 masuk dalam program revitalisasi senilai Rp29,61 miliar pada tahun anggaran 2026.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam, Andri, menyebutkan dana tersebut terbagi dari dua sumber. "Revitalisasi ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap pemulihan sarana pendidikan yang mengalami kerusakan akibat bencana alam," ujarnya di Lubuk Basung, Selasa.
Rincian Dana: dari Rp51 Juta hingga Rp2,38 Miliar per Sekolah
Dari total anggaran, dana revitalisasi Kemendikdasmen sebesar Rp25,04 miliar digunakan untuk memperbaiki 35 unit sekolah. Rinciannya meliputi 11 TK (Rp6,78 miliar), 15 SD (Rp8,15 miliar), dan 5 SMP (Rp10,10 miliar). Progres pengerjaan di 35 sekolah ini sudah berjalan, mulai dari 15 hingga 74 persen.
Sementara itu, dana TKD sebesar Rp4,57 miliar dialokasikan untuk 11 sekolah lainnya. Alokasi dana terkecil sebesar Rp51,12 juta untuk pembangunan pagar SMPN 1 Ampek Nagari, sedangkan yang terbesar mencapai Rp2,38 miliar untuk pembangunan toilet, kantor, dan ruang kelas baru (RKB) SDN 09 Bancah, Kecamatan Tanjung Raya.
TK dan SMP Jadi Prioritas di Tiga Kecamatan
Untuk jenjang TK yang didanai TKD, pembangunan mencakup TK Cahaya Mecca di Kecamatan Tanjung Mutiara (Rp775,20 juta), TK Aisyiyah di Tanjung Raya (Rp343,96 juta), dan TK Al Hidayah di Palupuh (Rp518,51 juta). Adapun perbaikan SMP mencakup pembangunan DAM (Drainase, Air bersih, dan MCK) di SMPN 2 dan SMPN 4 Tanjung Raya, serta SMPN 4 Palupuh.
"Keberadaan gedung sekolah yang layak menjadi faktor penting dalam mendukung kualitas pembelajaran dan kenyamanan peserta didik," tambah Andri. Ia menegaskan revitalisasi ini tidak hanya memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi juga menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman.
Perbaikan Tahap Kedua Segera Dimulai
Saat ini, perbaikan 35 sekolah dari dana revitalisasi sedang berjalan. Sementara itu, 11 sekolah yang menggunakan dana TKD masih dalam tahap penyusunan dokumen perencanaan. Pemerintah menargetkan pengerjaan fisik dimulai dalam waktu dekat dan rampung sesuai kontrak kerja.
Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan sektor pendidikan pascabencana. Dengan pengawalan dari Pemkab Agam, seluruh sekolah penerima bantuan diharapkan segera berfungsi normal kembali sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung optimal.