PADANG — Sanggar Patah Tumbuah Hilang Baganti dari Kota Sawahlunto menampilkan Tari Piriang Balenggek pada Pekan Kebudayaan Daerah Saraso Fest 2026 di Taman Budaya Sumatera Barat. Penampilan itu menjadi salah satu atraksi yang paling menyedot perhatian pengunjung sejak awal pertunjukan dimulai.
Seorang penonton, Ozi, mengaku baru pertama kali menyaksikan tari piring yang dimainkan dengan formasi bersusun. "Saya baru pertama kali melihat ada tari piring dimainkan dengan bersusun seperti ini, ternyata asalnya dari Sawahlunto," katanya di Padang.
Hal serupa dirasakan Dian, warga Padang yang mengikuti pertunjukan dari awal. Menurutnya, kehadiran beragam tradisi daerah dalam ajang itu membuka wawasan baru bagi masyarakat. "Dengan adanya Saraso Fest ini kita jadi mengetahui ada tradisi-tradisi unik dari berbagai daerah di Sumatera Barat," ujar Dian.
Koreografi Vertikal yang Membedakan dari Tari Piring Biasa
Kepala Seksi Produksi dan Kreasi Seni Budaya UPTD Taman Budaya Sumatera Barat Ade Efdira menyebut Tari Piriang Balenggek memiliki karakter koreografi yang sangat khas dibanding tari piring dari daerah lain di Ranah Minang.
Perbedaan utamanya terletak pada formasi pemain. Jika tari piring biasa menonjolkan kelincahan gerak horizontal dan permainan pecahan beling, kesenian Sawahlunto ini memadukan kekuatan gerak silek Minangkabau dengan atraksi balenggek, yakni formasi vertikal bertingkat antarpemain.
"Tari Piriang Balenggek dari Kota Sawahlunto ini memiliki karakter yang sangat kuat dan khas. Jika tari piring biasa berfokus pada kelincahan gerak horizontal dan permainan pecahan beling, kesenian dari Sawahlunto ini memadukan kekuatan gerak silek Minangkabau dengan atraksi balenggek atau formasi vertikal bertingkat antarpemain," kata Ade Efdira.
Filosofi Gotong Royong di Balik Formasi Bertingkat
Ade menambahkan, kekhasan ragam gerak tarian itu membawa filosofi mendalam yang bersumber dari alam serta nilai adat komunal masyarakat setempat. Tarian ini tidak sekadar tontonan, tetapi juga cerminan nilai sosial warga.
"Tarian yang telah diakui negara sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia ini tidak hanya menuntut fisik yang tangguh untuk membentuk formasi tingkat, tetapi juga melambangkan harmoni, gotong royong, dan ketahanan hidup masyarakat agraris pesisir," katanya.
Pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia menempatkan Tari Piriang Balenggek sebagai salah satu kekayaan budaya yang dilindungi negara. Status itu sekaligus menjadi pengingat bahwa pelestariannya bergantung pada regenerasi penari dan sanggar di daerah asalnya.
Agenda Saraso Fest 2026 hingga 3 Oktober
Ajang Saraso Fest 2026 diselenggarakan mulai 28 September hingga 3 Oktober 2026. Kegiatan ini digelar untuk memeriahkan Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat sekaligus menyambut Hari Kebudayaan nasional.
Selain menyuguhkan kesenian komunal dari berbagai kabupaten dan kota, ajang tahunan ini dimeriahkan pameran seni rupa, panggung teater, serta Parade Komposer Muda Soundenai. Kehadiran Sanggar Patah Tumbuah Hilang Baganti dinilai turut memperkaya pemahaman generasi muda tentang keragaman ekspresi budaya Sumatera Barat.