SUMATERA BARAT — Data terbaru dari Compas.co.id, perusahaan business intelligence tools, mengungkap dominasi nyata dua platform dalam penjualan produk FMCG. Dari total Rp88,4 triliun yang dihimpun dari Shopee, ShopTokopedia, Lazada, dan Blibli, pangsa pasar Shopee mencapai 57%, sementara ShopTokopedia menyumbang 42%. Sisanya, hanya 1%, terbagi antara Lazada dan Blibli.
Angka ini merupakan akumulasi penjualan dari lima kategori utama: kecantikan dan perawatan pribadi, makanan dan minuman, produk kesehatan, perlengkapan ibu dan bayi, serta pembersih rumah tangga.
"Konsolidasi marketplace FMCG Indonesia di semester I 2026 hampir sempurna. Shopee dan ShopTokopedia bersama-sama menguasai 99% penjualan di setiap kategori," tulis Compas.co.id dalam siaran persnya, Jumat (21/8).
Meski mendominasi bersama, kedua platform ini memiliki perilaku pasar yang kontras. Perbedaan tersebut terlihat jelas pada volume transaksi, profil seller dominan, dan momentum pertumbuhan di tiap kategori produk.
Bagi pelaku UMKM dan brand yang ingin ekspansi di semester II 2026, pendekatan seragam untuk kedua platform dipastikan tidak efektif. CEO Compas.co.id, Hanindia Narendrata, menegaskan perlunya strategi yang dipersonalisasi.
"Perilaku volume transaksi, dominasi seller, dan momentum pertumbuhan di Shopee dan ShopTokopedia berbeda secara signifikan per kategori. Brand yang ingin tumbuh di semester II 2026 perlu memiliki pendekatan yang berbeda untuk masing-masing platform," ujar Hanindia.
Artinya, seller tidak bisa lagi menerapkan satu paket strategi pemasaran yang sama. Analisis data per platform menjadi kunci untuk memetakan perilaku konsumen dan menentukan taktik promosi yang tepat, baik itu lewat flash sale, konten afiliasi, maupun kampanye brand awareness.
Bagi penjual yang selama ini menggantungkan diri pada satu platform, data ini menjadi sinyal untuk mulai melakukan diversifikasi. Memahami seluk-beluk algoritma dan preferensi pengguna di Shopee yang cenderung pada transaksi volume tinggi, misalnya, berbeda dengan pendekatan yang mungkin lebih cocok untuk audiens ShopTokopedia.
Riset pasar yang berkelanjutan dan adaptasi cepat terhadap dinamika masing-masing kanal menjadi prasyarat untuk bertahan di tengah ketatnya persaingan FMCG digital di Indonesia.