PADANG PARIAMAN — Pembagian masker menyasar warga yang berpotensi terdampak penurunan kualitas udara akibat asap karhutla. Kelompok yang paling rentan disebut anak-anak, lansia, serta warga dengan gangguan pernapasan.
Firdaus menyebut langkah itu sebagai upaya konkret melindungi masyarakat di tengah kondisi udara yang tercemar asap kebakaran.
Masker Bantuan Muhaimin Iskandar untuk Warga Terdampak Asap
Masker yang dibagikan di Lubuk Alung berasal dari bantuan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar. Bantuan disalurkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi dampak kabut asap.
Menurut Firdaus, perhatian terhadap kesehatan warga harus menjadi prioritas ketika karhutla menimbulkan kabut asap yang mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama di luar rumah.
"Ini bentuk kepedulian PKB Sumbar akibat kabut asap yang melanda Indonesia, khususnya Sumatera Barat," ujar Firdaus.
Imbauan ke Warga: Kurangi Aktivitas Luar Ruangan Saat Asap Pekat
Firdaus mengingatkan warga agar tidak mengabaikan dampak kabut asap terhadap kesehatan. Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap semakin pekat.
Jika muncul keluhan pernapasan, warga diminta segera mencari pertolongan medis. Masker tetap wajib dipakai saat aktivitas di luar rumah benar-benar mendesak.
"Jangan abai, mari kita jaga kesehatan. Jika memang tidak memungkinkan beraktivitas di luar rumah lebih baik berdiam diri. Namun, jika mendesak, selalu gunakan masker. Mencegah lebih baik dari pada mengobati," kata Firdaus.
Karhutla dan Risiko Gangguan Pernapasan di Sumatera Barat
Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan menjadi persoalan berulang di Sumatera Barat. Paparan asap dalam waktu lama dapat mengganggu saluran pernapasan, terutama bagi kelompok rentan.
Pembagian masker di Lubuk Alung menjadi respons cepat di tingkat lapangan. Penanganan sumber karhutla sendiri tetap menjadi kewenangan instansi terkait di daerah.