7 Cara Menyusun Prioritas Kerja saat Semua Terasa Urgent

Penulis: Teuku Fahreza  •  Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:32:01 WIB
Ilustrasi pekerja menyusun daftar prioritas kerja di depan laptop.

SUMATERA BARAT — Tumpukan tugas yang datang bersamaan sering bikin bingung harus mulai dari mana. Kalau semua terasa mendesak, masalahnya bukan cuma jumlah pekerjaan, tapi belum ada urutan yang jelas. Tujuh langkah berikut membantu kamu menyusun prioritas dengan lebih realistis.

Membuka laptop pagi-pagi sudah disambut chat atasan, email masuk, dan deadline yang menempel hari ini. Kondisi seperti ini kerap membuat pekerjaan justru berantakan karena semua dianggap harus selesai sekarang. Padahal, ada cara sederhana untuk merapikan urutannya sebelum mulai bekerja.

1. Keluarkan Semua Tugas dari Kepala

Langkah pertama, tuliskan seluruh pekerjaan yang sedang kamu pegang. Jangan hanya mengandalkan ingatan karena tugas yang tidak tercatat biasanya justru terlupa di tengah kesibukan.

Setelah semuanya tertulis, tambahkan keterangan sederhana di samping tiap tugas: deadline, dampak, siapa yang menunggu, dan estimasi waktu pengerjaan. Dengan begitu, kamu bisa melihat seluruh beban kerja sekaligus.

2. Jangan Kerjakan Tugas Tercepat Duluan

Kesalahan yang sering terjadi saat pekerjaan menumpuk adalah langsung menyambar tugas yang paling cepat selesai. Padahal, tugas yang cepat belum tentu yang paling penting.

Kebiasaan ini juga bikin kamu gampang berpindah-pindah tugas hanya karena ada notifikasi baru masuk.

3. Bedakan "Urgent" dengan "Baru Saja Diminta"

Pekerjaan yang baru masuk memang terasa mendesak karena baru muncul di layar. Namun, baru diminta tidak otomatis berarti harus dikerjakan paling dulu.

Contohnya, atasan mengirim

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: brilio.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top