Pencarian

Kementerian PU Siapkan Rp17,5 Miliar Perbaiki Jalan Nasional Tapan–Batas Jambi di Pesisir Selatan

Selasa, 20 Oktober 2026 • 15:01:31 WIB
Kementerian PU Siapkan Rp17,5 Miliar Perbaiki Jalan Nasional Tapan–Batas Jambi di Pesisir Selatan
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau lokasi penanganan pascabencana di Batang Tapan, Pesisir Selatan.

PESISIR SELATAN — Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau langsung lokasi penanganan pascabencana di Batang Tapan, Senin (19/10/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan langkah darurat dan mitigasi berjalan terkoordinasi, terutama karena curah hujan masih tinggi.

Dari hasil identifikasi Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat, kerusakan tersebar di beberapa titik ruas Jalan Tapan–Batas Jambi. Badan jalan amblas ditemukan di KM 219+100 sepanjang sekitar 150 meter dan KM 219+500, sedangkan bahu jalan di KM 227+500 tergerus aliran air.

Titik paling berisiko berada di KM 231+850, tempat badan jalan amblas dengan potensi bahaya tinggi bagi pengguna jalan. Material longsor juga menutup sebagian jalur di sejumlah lokasi, mulai KM 228+000 hingga KM 233+000.

Bendungan Alam di Hulu Batang Tapan Jadi Perhatian

Dody menginstruksikan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air memeriksa kondisi hulu Sungai Batang Tapan. Pemeriksaan diperlukan untuk mengidentifikasi kemungkinan terbentuknya bendungan alam dari material longsoran yang bisa memicu banjir bandang jika jebol.

"Saya sudah minta Pak Dirjen SDA untuk mengecek kondisi di hulu seperti apa. Karena curah hujan masih lumayan cukup tinggi, saya khawatir di atas itu masih ada bendungan-bendungan alam," kata Dody dikutip Selasa (20/10/2026).

Hasil pemeriksaan hulu akan menjadi dasar penentuan langkah penanganan berikutnya. Meski Sungai Batang Tapan bukan kewenangan pemerintah pusat, Kementerian PU akan berkoordinasi dengan Pemprov Sumatera Barat untuk merancang penataan sungai sesuai kondisi lapangan.

"Kita akan pelan-pelan, bersama Pemprov Sumbar, untuk mendesain seperti apa Sungai Batang Tapan. Nanti saya akan diskusi juga dengan Pak Gubernur," ujar Dody.

Alat Berat dan Rambu Dipasang untuk Penanganan Darurat

Untuk membuka akses jalan, Kementerian PU mengerahkan lima unit excavator, dua wheel loader, dua dump truck, dan satu motor grader. Petugas juga memasang rambu peringatan serta garis pembatas di lokasi terdampak guna menekan risiko kecelakaan.

Pembersihan material longsor menjadi prioritas agar jalur nasional kembali berfungsi aman. Penanganan dilakukan bertahap berdasarkan tingkat kerusakan dan risiko di masing-masing titik.

Dinding Penahan di KM 219+200 Jadi Fokus Perbaikan Permanen

Setelah penanganan darurat, perbaikan permanen direncanakan melalui pembangunan Retaining Wall Concrete atau dinding penahan di KM 219+200. Pekerjaan itu untuk menjaga stabilitas lereng dan melindungi badan jalan dari kerusakan lanjutan.

Kebutuhan anggaran penanganan permanen diperkirakan mencapai Rp17,5 miliar dan akan dilaksanakan melalui mekanisme pengadaan sesuai ketentuan. Dody menegaskan penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada pemulihan infrastruktur.

"Sebenarnya yang saya lebih tekankan di sini adalah bagaimana agar ke depan, walaupun dengan kondisi curah hujan yang mungkin mirip-mirip seperti ini, jangan sampai kejadian ini terulang lagi," ujarnya.

Kementerian PU akan mendorong penanganan yang mempertimbangkan kondisi sungai, lereng, dan infrastruktur terdampak. Tujuannya menekan risiko bencana serupa, terutama saat curah hujan tinggi.

Follow sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: majalahlintas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks