Danantara Resmi Beli Hotel 1.461 Kamar di Makkah, 2,5 Km dari Masjidil Haram

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:34:31 WIB
Danantara resmi mengakuisisi Hotel Novotel Thakher Makkah berkapasitas 1.461 kamar dengan nilai transaksi sekitar Rp9,5 triliun.

SUMATERA BARAT — Danantara resmi mengakuisisi Hotel Novotel Thakher Makkah berkapasitas 1.461 kamar di Distrik Al Andalus, Arab Saudi, dengan nilai transaksi 2 miliar riyal atau sekitar Rp9,5 triliun. Hotel bintang empat itu berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram dan bakal menampung sekitar 4.400 jemaah selama musim haji. Kepemilikan ini menjadikan Indonesia negara asing pertama yang punya aset properti di Makkah setelah berlakunya UU Kepemilikan Real Estat oleh Non-Saudi.

Thakher Development selaku pengembang utama kawasan Thakher Makkah telah menyerahkan dokumen kepemilikan hotel kepada Danantara. Penyerahan itu menandai rampungnya transaksi pembelian Novotel Thakher Makkah beserta 14 kavling pengembangan di sekitarnya.

Novotel Thakher Makkah berdiri di Distrik Al Andalus, kawasan yang kini tumbuh jadi kluster akomodasi jemaah di sisi barat Kota Makkah. Hotel ini dilengkapi restoran, pusat kebugaran, dan gedung pertemuan.

Lokasi dan Jarak ke Masjidil Haram

Posisi hotel sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram membuatnya masuk kategori akomodasi ring satu Kawasan Thakher. Jarak itu bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar 30 menit atau beberapa menit berkendara, tergantung kondisi lalu lintas di musim haji dan umrah.

Distrik Al Andalus sendiri dirancang sebagai kawasan terpadu yang menggabungkan perhotelan, ritel, dan fasilitas pendukung jemaah. Bagi traveler yang merencanakan umrah mandiri, kawasan ini penting dicatat karena banyak hotel di sini menyediakan shuttle ke Masjidil Haram.

Kapasitas dan Nilai Transaksi

Nilai akuisisi mencapai 2 miliar riyal Saudi atau sekitar Rp9,5 triliun. Dengan 1.461 kamar, hotel ini digadang mampu menampung sekitar 4.400 jemaah selama penyelenggaraan ibadah haji.

Investasi tersebut masuk dalam ekosistem haji dan umrah yang disebut Kompleks Bait Jemaah. Tujuannya menyediakan akomodasi dan layanan pendukung bagi jemaah haji maupun umrah asal Indonesia.

Mengapa Indonesia Bisa Memiliki Properti di Makkah

Kepemilikan aset ini dimungkinkan setelah Arab Saudi memberlakukan Undang-Undang Kepemilikan Real Estat oleh Non-Saudi pada Januari lalu. Regulasi itu membuka pintu bagi investor asing untuk memiliki properti di Negeri Dua Masjid Suci.

Kebijakan tersebut juga sejalan dengan target Arab Saudi menerima hingga 30 juta jemaah umrah per tahun pada 2030. Sebagai pembanding, jumlah jemaah umrah pada 2019 tercatat 8,5 juta orang.

Dampak bagi Jemaah Haji dan Umrah Indonesia

Bagi Indonesia, kepemilikan properti di Makkah mengurangi ketergantungan pada penyewaan akomodasi musiman. Selama ini biaya penginapan menjadi salah satu komponen terbesar dalam struktur biaya haji dan umrah.

Aset ini juga membuka jalan bagi strategi investasi perhotelan jangka panjang di Arab Saudi. Kebutuhan akomodasi jemaah dari Tanah Air disebut terus meningkat seiring kuota haji dan lonjakan jumlah umrah.

Respons Pengembang dan Danantara

CEO Thakher Development, Faisal Shaker, menyebut transaksi ini sebagai momen bersejarah bagi pengembangan Thakher Makkah.

"Ini merupakan momen bersejarah bagi Thakher Makkah. Kehadiran negara pertama di luar Arab Saudi yang memiliki properti di kawasan kami mencerminkan kepercayaan internasional terhadap Thakher Makkah, sekaligus terhadap langkah Kerajaan Arab Saudi membuka Makkah bagi mitra jangka panjang yang memiliki komitmen yang sama untuk melayani para tamu Allah," ucap Faisal.

CEO Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan fokus pengelolaan aset dilakukan dengan disiplin investasi yang ketat.

"Langkah ini merupakan langkah konkret dalam membangun platform investasi perhotelan jangka panjang di Arab Saudi. Fokus kami adalah mengelola aset-aset ini dengan disiplin investasi yang ketat, sekaligus mengembangkan ekosistem terpadu yang meningkatkan kualitas akomodasi dan layanan bagi jemaah dari Indonesia maupun berbagai negara lainnya," ujar Rosan.

Catatan untuk Calon Jemaah

Hotel ini belum tentu langsung dipakai untuk penempatan jemaah reguler pada musim haji terdekat. Skema pemanfaatan, termasuk apakah kamar disewakan ke travel umrah atau dipakai khusus jemaah haji, masih menunggu pengumuman resmi Danantara dan Kementerian Agama.

Calon jemaah yang ingin memantau perkembangan bisa mengikuti kanal resmi Danantara serta informasi dari penyelenggara perjalanan umrah masing-masing. Informasi tarif dan jadwal hunian sebaiknya dikonfirmasi langsung ke travel resmi, bukan dari kabar yang beredar di media sosial.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top