SUMATERA BARAT — Bosch menyebut biaya perbaikan baterai dan sistem tegangan tinggi pada mobil listrik berusia enam sampai delapan tahun bisa melampaui nilai jual kendaraan itu sendiri. Kondisi tersebut membuat banyak unit berpotensi berakhir sebagai total loss, bukan lagi layak diperbaiki. Temuan ini muncul dari wawancara petinggi divisi Mobility Aftermarket Bosch dengan majalah otomotif Jerman, Automobilwoche.
Kepala divisi Mobility Aftermarket Bosch, Rupert Hoellbacher, mengungkapkan bahwa keputusan memperbaiki atau mengganti baterai kini menjadi penentu utama nasib mobil listrik yang mulai menua. Ia menilai perhitungan ekonomi sering kali tidak berpihak pada perbaikan begitu kendaraan memasuki usia enam hingga delapan tahun.
Baterai Rusak di Usia 6–8 Tahun Sering Berujung Total Loss
Dalam wawancara dengan Automobilwoche yang dikutip Autoblog, Hoellbacher menyatakan bahwa kerusakan baterai pada mobil listrik berusia enam sampai delapan tahun saat ini kebanyakan berakhir sebagai total loss.
"Jika baterai mobil berusia enam sampai delapan tahun rusak hari ini, itu saat ini kebanyakan berujung total loss," kata Hoellbacher.
Ia menegaskan hal terpenting adalah apakah baterai masih bisa diperbaiki atau diganti secara ekonomis. Ketika ditanya apakah umur pakai mobil akan turun signifikan jika baterai bermasalah, Hoellbacher menjawab tegas.
"Jika kami tidak berhasil membuat perbaikan atau penggantian baterai lebih menarik secara finansial, jawabannya jelas: ya," ujarnya.
Prosedur Servis Modern Ikut Membengkakkan Biaya
Kompleksitas prosedur servis menjadi salah satu pemicu utama pembengkakan biaya perbaikan. Bahkan tabrakan ringan disebut memerlukan