SUMATERA BARAT — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melaporkan perputaran ekonomi dari Pestapora dan konser The Weeknd selama dua hari mencapai hampir Rp250 miliar. Angka ini menunjukkan industri hiburan skala besar punya efek domino nyata bagi perekonomian ibu kota.
Pramono Anung menyampaikan laporan tersebut di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Menurutnya, gelaran dua acara musik berskala besar itu memberi dampak yang cukup signifikan bagi Jakarta.
"Saya mendapatkan laporan, dalam pelaksanaan Pestapora dan juga The Weeknd selama dua hari ini, ekonomi bergerak di Jakarta akibat itu hampir Rp250 miliar," ujar Pramono.
Perputaran uang sebesar itu tidak hanya datang dari penjualan tiket. Sektor akomodasi, kuliner, transportasi, hingga usaha kecil di sekitar venue ikut merasakan lonjakan pembeli selama rangkaian acara berlangsung.
Dari Panggung Musik ke Kas Daerah
Industri hiburan menyumbang pemasukan tidak langsung melalui pajak hiburan, retribusi parkir, dan belanja peserta acara. Ketika dua event besar digelar berdekatan, efeknya berlipat karena wisatawan dari luar kota ikut menginap dan berbelanja di Jakarta.
Pramono menyebut perputaran uang dari sektor ini memberikan efek domino yang nyata bagi perekonomian daerah. "Dan itu memberikan dampak yang cukup signifikan bagi Jakarta," imbuhnya.
Jakarta Mulai Diakui sebagai Kota Panggung Global
Geliat konser berskala internasional di Jakarta kian diperhitungkan di mata dunia. Pramono merasakan langsung pengakuan itu saat berbincang dengan akademisi terkemuka di Amerika Serikat belum lama ini.
"Saya senang ketika kemarin di New York saya juga bertemu dengan Dekan New York University. Mereka memberikan apresiasi karena sekarang ini sebagai kota global, Jakarta juga menjadi tempat tampilnya, performanya band-band atau seniman-seniman besar," bebernya.
Pengakuan dari kalangan akademisi internasional ini menegaskan posisi Jakarta sebagai salah satu kota tujuan tur musisi dunia. Reputasi tersebut berpotensi menarik lebih banyak promotor untuk menjadikan Jakarta sebagai kota persinggahan wajib.
Dampak Lanjutan bagi Warga dan Pelaku Usaha
Bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi acara, momen seperti ini menjadi berkah tersendiri. Penjual makanan, penyedia jasa transportasi, hingga penginapan murah merasakan kenaikan pendapatan yang signifikan selama beberapa hari.
Pemprov DKI Jakarta melihat tren ini sebagai peluang untuk terus mendorong sektor ekonomi kreatif. Semakin sering event besar digelar, semakin besar pula potensi pemasukan yang bisa diraih daerah.
Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, promotor, dan pelaku usaha lokal akan menentukan seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan warga Jakarta dari setiap gelaran konser dan festival musik.