Pencarian

Menteri PU Percepat Pembangunan Sabo Dam di Hulu Sungai Solok, Antisipasi Hujan Lebat Beberapa Hari ke Depan

Rabu, 30 September 2026 • 08:38:02 WIB
Menteri PU Percepat Pembangunan Sabo Dam di Hulu Sungai Solok, Antisipasi Hujan Lebat Beberapa Hari ke Depan
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau lokasi penanganan dampak bencana di Kabupaten Solok, Selasa malam.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menginstruksikan percepatan pembangunan sabo dam atau penahan aliran lahar di hulu Sungai Batang Baliang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menyusul masih adanya tumpukan material sisa banjir bandang berupa kayu, batu, dan lumpur yang berpotensi kembali turun. Instruksi disampaikan langsung saat meninjau lokasi penanganan dampak bencana, seiring prakiraan hujan intensitas sedang hingga lebat yang masih berlangsung di kawasan tersebut. Kementerian PU juga memastikan pasokan air bersih bagi pengungsi dan warga terdampak terus disuplai.

SOLOK — Percepatan pembangunan sabo dam di hulu Sungai Batang Baliang menjadi prioritas Kementerian Pekerjaan Umum setelah banjir bandang melanda kawasan hilir Kabupaten Solok. Tim teknis balai sabo disebut sudah berada di lokasi untuk menyiapkan struktur penahan material.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan percepatan ini krusial karena kondisi cuaca belum sepenuhnya membaik. Hujan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan masih turun dalam beberapa hari ke depan.

Di kawasan hulu, tumpukan material sisa banjir bandang masih mengancam. Kayu, batu, dan lumpur yang mengendap sewaktu-waktu dapat kembali turun ke pemukiman warga di hilir.

Fungsi Sabo Dam sebagai Penahan Utama Material Padat

Keberadaan sabo dam dan check dam di titik hulu dinilai efektif menahan material padat agar tidak langsung menerjang kawasan pemukiman penduduk. Dody menegaskan prioritas utama adalah menahan kayu dan lumpur secepat mungkin di bagian atas.

"Prioritas kita adalah bagaimana agar jika hujan deras kembali turun di atas, material kayu dan lumpur bisa tertahan dengan cepat di atas (sabo dam)," kata Dody.

Ia juga telah menginstruksikan penambahan alat berat serta material penunjang konstruksi. Langkah ini menyusul rampungnya desain teknis sabo dam yang menjadi acuan kerja tim di lapangan.

Belajar dari Daerah Lain, Pengerjaan Bertahap di Titik Aman

Pengalaman penanganan bencana di daerah lain menjadi bahan evaluasi kementerian. Dody menyebut struktur akan ditempatkan di titik yang aman dan dikerjakan secara bertahap agar tidak menimbulkan risiko baru.

"Saya sudah instruksikan ke Pak Dirjen Sumber Daya Air untuk percepat pembangunan sabo dam. Tim teknis balai sabo juga sudah ada di lokasi," ujarnya saat meninjau lokasi penanganan dampak bencana di Kabupaten Solok, Selasa Malam.

Langkah percepatan infrastruktur ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto. Penanganan pasca bencana diminta dilakukan cepat dan tanggap guna memulihkan kondisi masyarakat terdampak.

Pasokan Air Bersih dan Perbaikan SPAM 2 Kilometer

Selain infrastruktur penahan banjir, Kementerian PU memastikan ketersediaan air bersih bagi para pengungsi dan warga terdampak. Dody menyatakan kebutuhan air bersih terus disuplai dan dipastikan aman.

"Kebutuhan air bersih untuk warga dan pengungsi terus disuplai dan dipastikan aman," kata dia.

Perbaikan jaringan sistem penyediaan air minum (SPAM) sepanjang dua kilometer yang rusak akibat bencana alam pada Senin (21/9) malam juga mulai dilakukan secara bertahap. Perbaikan ini menyasar wilayah yang terdampak langsung banjir bandang.

Kementerian PU memastikan percepatan pembangunan sabo dam berjalan seiring dengan pemulihan layanan dasar bagi warga. Kedua langkah tersebut menjadi bagian dari penanganan pasca bencana di Kabupaten Solok.

Follow sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks