Pencarian

Kualitas Udara di Padang Masuk Kategori Tidak Sehat, Indeks ISPU Tembus 152 pada Jumat Pagi

Sabtu, 10 Oktober 2026 • 10:48:31 WIB
Kualitas Udara di Padang Masuk Kategori Tidak Sehat, Indeks ISPU Tembus 152 pada Jumat Pagi
Indeks kualitas udara di Padang tercatat 152 dengan polutan utama PM2.5 pada Jumat pagi.

Kualitas udara di Padang, Sumatera Barat, tercatat tidak sehat pada Jumat 9 Oktober 2026 dengan indeks kualitas udara 152 dan polutan utama PM2.5. Konsentrasi partikel halus itu mencapai 11 kali nilai panduan tahunan WHO, sehingga warga diminta memakai masker N95 atau KN95 saat beraktivitas di luar ruangan.

PADANG — Pemantauan Stasiun Pemantau Kualitas Udara Antara Sumatera Barat pukul 07.00 WIB menunjukkan indeks kualitas udara di Padang berada di angka 152. Polutan utamanya PM2.5, yakni partikel padat atau tetesan cairan halus berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil, sekitar 30 kali lebih tipis dari sehelai rambut manusia.

Angka indeks 152 menempatkan udara Padang pada kategori tidak sehat. Konsentrasi PM2.5 di kota itu tercatat 11 kali nilai panduan PM2.5 tahunan WHO.

Mengapa PM2.5 Berbahaya bagi Kesehatan Warga

Ukuran partikel yang sangat kecil membuat PM2.5 tidak tersaring oleh bulu hidung. Partikel ini bisa langsung masuk ke paru-paru hingga meresap ke aliran darah.

Kondisi itu yang membuat PM2.5 disebut sebagai polutan utama paling berbahaya bagi kesehatan. Warga kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan, paling terdampak.

Masker N95 atau KN95 Disebut Lebih Efektif

Masker kain dan masker medis biasa dinilai kurang efektif menyaring partikel mikroskopis seukuran PM2.5. Warga disarankan memakai masker jenis N95 atau KN95 saat beraktivitas di luar ruangan.

Selain itu, warga diminta menghindari olahraga di luar ruangan dan menutup jendela rumah. Langkah itu untuk mengurangi paparan partikel halus yang sedang pekat di udara Padang.

Kelembapan 85 Persen, Suhu 26 Derajat Celsius

Pada Jumat 9 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB, suhu udara Padang tercatat 26 derajat celsius dengan kelembapan 85 persen. Kombinasi kelembapan tinggi dan konsentrasi PM2.5 yang pekat memperbesar risiko gangguan pernapasan bagi warga yang beraktivitas di luar.

Pemantauan kualitas udara ini dilakukan Stasiun Pemantau Kualitas Udara Antara Sumatera Barat. Data indeks dan polutan utama diperbarui berkala sebagai acuan warga mengatur aktivitas harian.

Follow sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks