PT Freeport Indonesia Perkuat Hilirisasi Lewat MET CONNEX-Mine Aidic 2026

Penulis: Zulkifli Arief  •  Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:20:07 WIB
PT Freeport Indonesia dan Ikatan Alumni Teknik Pertambangan ITB siapkan MET CONNEX-Mine Aidic 2026 di Jakarta.

PT Freeport Indonesia bersama Ikatan Alumni Teknik Pertambangan ITB bersiap menggelar MET CONNEX-Mine Aidic pada 12-13 Mei 2026 di Jakarta. Forum strategis ini bertujuan mengintegrasikan sektor hulu dan hilir melalui adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan nilai tambah mineral nasional. Sinergi tersebut menjadi langkah krusial untuk menjawab tantangan sinkronisasi antara industri pertambangan dan pengolahan di tanah air.

Integrasi antara sektor tambang hulu dan industri pengolahan hilir kini menjadi prioritas utama untuk memastikan kekayaan alam Indonesia memberikan dampak ekonomi maksimal. Pemerintah terus mendorong agar komoditas tambang tidak lagi diekspor dalam bentuk mentah atau produk antara, melainkan diproses hingga memiliki kadar kemurnian tinggi yang bernilai jual lebih mahal di pasar global.

VP External Affairs Smelter PT Freeport Indonesia, Erika Silva, menekankan bahwa produk antara seperti konsentrat dan feronikel sebenarnya masih memiliki ruang besar untuk ditingkatkan nilai ekonomisnya. Menurutnya, proses peningkatan kadar mineral sangat krusial agar sumber daya alam Indonesia tidak sekadar lewat, tetapi memberikan manfaat nyata bagi pendapatan negara.

"Hilirisasi bertujuan meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam yang kita tambang. Produk antara seperti konsentrat dan feronikel masih bisa ditingkatkan lagi kadarnya agar memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi," ujar Erika dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (7/5).

Orkestrasi Teknologi AI dan Digitalisasi Tambang

Pelaksanaan hilirisasi di lapangan menghadapi tantangan teknis yang kompleks, terutama dalam menyinkronkan rantai industri dari lokasi tambang hingga ke pabrik pengolahan. Erika menyebutkan perlunya "orkestrasi" yang tepat antara kedua sektor tersebut. MET CONNEX-Mine Aidic 2026 dirancang sebagai ruang kolaborasi untuk membedah solusi atas hambatan integrasi tersebut.

Ketua Panitia MET CONNEX-Mine Aidic 2026, Bara Dipolyadi, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini sengaja menggandeng Ikatan Alumni Teknik Pertambangan ITB untuk membawa perspektif teknologi terbaru. Fokus utama kolaborasi ini adalah penerapan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital dalam operasional pertambangan modern.

“Tahun ini MET CONNEX akan berkolaborasi dengan Ikatan Alumni Tambang ITB, karena kita ingin lebih memfokuskan tentang AI dan digital untuk aplikasi buat pertambangan. Jadi nama event kali ini MET CONNEX-Mine Aidic,” kata Bara. Ia menambahkan, ajang ini akan menggunakan pendekatan learning by doing melalui technical workshop praktis bagi para profesional.

Mengejar Efisiensi dan Target Zero Waste

Ketua Umum Ikatan Alumni Tambang ITB, Achmad Ardianto, menyoroti urgensi efisiensi dalam pengelolaan mineral yang bersifat tidak terbarukan. Ia memberikan ilustrasi mengenai pentingnya teknologi recovery dalam proses pengolahan. Jika teknologi yang digunakan tidak mumpuni, potensi mineral berharga bisa terbuang sia-sia sebagai limbah.

"Kalau emas yang terkandung 10 gram tetapi teknologi hanya mampu menangkap 9 gram, tentu sangat disayangkan. Hal yang sama juga berlaku pada bauksit, nikel, dan mineral lainnya," ungkap Achmad. Ia menegaskan bahwa forum ini akan membahas rantai industri secara menyeluruh (end-to-end), mulai dari tahap eksplorasi hingga pemanfaatan teknologi nano dalam pengolahan.

Selain efisiensi produksi, industri pertambangan kini diwajibkan mengadopsi konsep ekonomi sirkular untuk mencapai target zero waste. Hal ini sejalan dengan regulasi terbaru yang menuntut praktik tambang berkelanjutan. Melalui penerapan teknologi yang tepat, limbah hasil pengolahan diharapkan dapat diolah kembali atau diminimalisir dampaknya terhadap lingkungan.

MET CONNEX-Mine Aidic 2026 yang akan berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) ini akan menyediakan pelatihan gratis bagi para profesional tambang dan metalurgi. Program ini diharapkan menjadi sarana transfer pengetahuan untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia Indonesia dalam mengelola hilirisasi mineral di masa depan.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top