Warga Malalak Timur Kini Punya Rambu Jalur Evakuasi Banjir Bandang, Dipasang di Zona Merah Bencana Agam

Penulis: Zulkifli Arief  •  Selasa, 19 Mei 2026 | 14:28:05 WIB
Pemasangan rambu jalur evakuasi banjir bandang di Malalak Timur untuk meningkatkan keselamatan warga.

AGAM — Rasa aman mulai hadir bagi warga di lereng Gunung Marapi. Pemerintah Kabupaten Agam memasang rambu jalur evakuasi banjir bandang dan longsor di Malalak Timur, Senin (18/5/2026). Langkah ini diambil untuk memudahkan warga dan pengendara menyelamatkan diri karena kawasan tersebut masuk zona merah bencana.

Malalak Timur: Zona Merah yang Kerap Terjebak Arus Deras

Malalak Timur selama ini dikenal sebagai daerah rawan banjir bandang. Aliran sungai yang curam dan curah hujan tinggi kerap memicu air bah dalam hitungan menit. Sebelum rambu terpasang, warga hanya mengandalkan pengalaman dan kewaspadaan masing-masing.

"Kami sering was-was kalau hujan deras turun. Apalagi di malam hari, gelap dan bingung harus lari ke mana," ujar seorang warga setempat yang ditemui di lokasi.

Rambu Baru Jadi Penunjuk Arah Aman bagi Pengendara

Rambu berwarna hijau dan putih itu dipasang di beberapa titik strategis. Selain menandai jalur evakuasi, rambu ini juga menjadi panduan bagi pengendara yang melintas di kawasan rawan longsor. Pemerintah setempat berharap rambu bisa mengurangi risiko korban jiwa saat bencana datang.

Pemasangan dilakukan oleh petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam dan dinas terkait. Mereka memilih lokasi yang mudah terlihat dari jarak jauh dan tidak tertutup vegetasi.

Bukan Sekadar Papan: Simbol Kesiapsiagaan Warga

Kehadiran rambu ini disambut positif oleh masyarakat. Bagi mereka, ini bukan sekadar papan petunjuk, melainkan simbol bahwa pemerintah hadir dalam upaya mitigasi bencana. Malalak Timur kini memiliki panduan visual yang bisa diandalkan kapan saja.

Pemerintah Kabupaten Agam berencana menambah jumlah rambu di desa-desa rawan lainnya dalam waktu dekat. Langkah ini merupakan bagian dari program mitigasi bencana terpadu yang mulai digencarkan tahun ini.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top