PADANG — Wali Kota Padang Fadly Amran mendorong Institut Teknologi Padang (ITP) untuk berperan aktif dalam program unggulan daerah, termasuk Padang Juara dan pengembangan UMKM. Dorongan itu mengemuka dalam pertemuan di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (19/5/2026).
Pertemuan itu dihadiri jajaran Pemkot Padang dan pimpinan ITP. Dari Pemkot hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Tarmizi Ismail, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Yopi Krislova, serta Kadis Kominfo Tommy TRD. Rektor ITP Maidiawati hadir bersama Wakil Rektor I Prof. M. Yahya dan jajaran dekan.
Pemkot Padang telah menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045 dengan visi memperkuat posisi Padang sebagai kota jasa berbasis perdagangan, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata. Untuk mewujudkannya, riset dan inovasi dari perguruan tinggi menjadi kunci.
“Kami telah bekerja sama dengan Sampoerna University dan mengirimkan 14 pelajar ke Arizona State University, Amerika Serikat. Kemudian kerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia terkait Smart City, serta Padang Rancak Award bersama Universitas Ekasakti,” kata Fadly Amran.
Wali Kota menambahkan, Pemkot juga akan menjajaki kerja sama dengan perguruan tinggi di Malaysia. Ia mengajak ITP terlibat dalam program tersebut untuk membantu mahasiswa melanjutkan kuliah di luar negeri.
Rektor ITP Maidiawati menegaskan pihaknya siap menyinergikan program-program kampus dengan agenda Pemkot. ITP telah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi di Malaysia dan Kamboja.
“Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kota Padang, serta mensinergikan program Pemerintah Kota Padang dengan ITP,” ujar Maidiawati.
Ia menambahkan, ITP siap mendukung program Padang Juara dan telah memiliki hubungan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Asia Tenggara. Kerja sama ini mencakup Tri Dharma Perguruan Tinggi, termasuk riset dan pengabdian masyarakat.
Pemkot Padang sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi. Selain Sampoerna University dan Universitas Pendidikan Indonesia, Pemkot juga menggandeng Universitas Ekasakti melalui program Padang Rancak Award.
Fadly Amran menyebut, kolaborasi ini diarahkan agar perguruan tinggi di Kota Padang berkembang menjadi workforce university. Artinya, lulusan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri, bukan sekadar teoritis.
Dengan sinergi ini, Pemkot Padang berharap angka pengangguran terbuka di kota itu bisa ditekan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat tingkat pengangguran terbuka di Sumatera Barat masih perlu perhatian serius.