PADANG PARIAMAN — Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) Kementerian Pertanian, Hermanto, turun langsung ke Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (16/5/2026), untuk meninjau progres rehabilitasi lahan pertanian yang rusak akibat banjir dan longsor. Hasilnya, seluruh proses rehabilitasi struktural telah rampung 100 persen.
“Janji kita bersama Pak Menteri untuk menuntaskan rehabilitasi lahan pascabencana di Sumatera Barat betul-betul sudah selesai di bulan Mei ini. Hari ini saya bersama Pak Bupati melihat langsung di Padang Pariaman dan alhamdulillah semuanya sudah selesai,” ujar Hermanto dalam keterangannya.
Hermanto menyebut, dari 4.000 hektare lahan yang direhabilitasi, aktivitas tanam oleh petani sudah mencapai 95 persen. Sisanya, sekitar lima persen, masih dalam proses penanaman.
Dalam kunjungan itu, Dirjen LIP menyoroti pembangunan tanggul pengaman di aliran sungai yang sebelumnya kerap meluap dan merusak sawah warga. Menurutnya, infrastruktur ini menjadi langkah mitigasi agar lahan pertanian tidak kembali terdampak saat banjir berikutnya.
“Tadi kita lihat sendiri, sungai yang sebelumnya belum memiliki tanggul sekarang sudah dibangun pengaman. Ini penting untuk menahan air ketika terjadi banjir sehingga sawah masyarakat lebih aman,” jelasnya.
Kementerian Pertanian tidak hanya berhenti pada rehabilitasi lahan. Hermanto menegaskan pihaknya siap mendukung pembangunan jaringan irigasi tersier di kawasan sawah yang telah pulih, guna menjamin ketersediaan air bagi petani.
“Kalau memang masih diperlukan dukungan, seperti jaringan irigasi tersier, kami siap membantu agar petani tidak lagi terkendala persoalan air di lapangan,” tegasnya.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyambut positif komitmen tersebut. Ia mengaku telah menyiapkan proposal kebutuhan irigasi tersier yang langsung diserahkan kepada Dirjen LIP saat kunjungan.
“Kami sudah menyiapkan proposal kepada Pak Dirjen karena beliau memang khusus menangani lahan dan irigasi pertanian. Kehadiran beliau ke sini memastikan janji kami kepada Pak Menteri benar-benar terlaksana. Target satu bulan, alhamdulillah selesai hanya dalam 23 hari,” ungkap JKA.
Dirjen Hermanto didampingi Bupati John Kenedy Azis meninjau dua titik utama. Pertama, kawasan Asam Pulau Kayu Tanam yang mengalami kerusakan berat dan hilang. Kedua, area Tanah Taban di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Lubuk Alung, yang menunjukkan progres rehabilitasi lahan rusak ringan dan sedang.
Kegiatan turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Sumatera Barat, anggota DPRD daerah pemilihan setempat Rahmad Mamudal, sejumlah kepala perangkat daerah, camat, wali nagari, penyuluh pertanian, serta kelompok tani.