PADANG PARIAMAN — Lahan seluas 10 hektare di kawasan pengembangan Universitas Negeri Padang (UNP) Tarok City resmi disiapkan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis bersama Rektor UNP meninjau langsung titik pembangunan pada Selasa (19/5/2026).
Anggaran fantastis Rp200 miliar itu tidak hanya untuk gedung sekolah dan ruang belajar. Pemerintah daerah juga mengalokasikan dana untuk pembangunan asrama siswa, rumah guru, lapangan olahraga, tempat ibadah, hingga furnitur dan perlengkapan pendidikan.
Pemilihan sistem asrama penuh bukan tanpa alasan. Bupati John Kenedy Azis menegaskan sekolah ini dirancang untuk membina generasi unggul secara terpadu, bukan sekadar tempat belajar formal.
“Sekolah ini bukan sekadar tempat belajar, tetapi akan menjadi pusat pembinaan generasi unggul masa depan. Kita ingin hadir sebuah sekolah berasrama yang mampu melahirkan sumber daya manusia berkualitas, berkarakter, dan siap bersaing,” ujar JKA dalam keterangan resmi.
Target kapasitas sekolah mencapai 400 hingga 1.000 siswa. Jenjang pendidikan yang akan dibuka mencakup SD, SMP, dan SMA, semuanya dengan sistem boarding.
Agar operasional sekolah berjalan optimal, pemerintah tidak hanya membangun gedung. Jaringan jalan, air bersih, listrik, dan sanitasi juga masuk dalam paket pembangunan. Semua infrastruktur itu dirancang untuk menunjang aktivitas harian siswa dan tenaga pengajar di lingkungan kampus.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Hendra Aswara, menyebut proyek ini menjadi bukti kepercayaan pusat terhadap daerah. “Insya Allah, tahun depan pembangunan Sekolah Rakyat ini mulai direalisasikan. Ini menjadi bukti bahwa Padang Pariaman terus dipercaya sebagai kawasan strategis pembangunan nasional,” ungkapnya.
Pemerintah daerah optimistis kehadiran sekolah ini tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan. Aktivitas konstruksi hingga operasional harian diprediksi membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar Tarok City.
Usaha mikro dan kecil di sekitar kawasan, seperti warung makan, kos-kosan, dan jasa transportasi, diperkirakan ikut bergerak. Sebelumnya, Pemkab Padang Pariaman juga telah merampungkan proyek Kampung Nelayan Merah Putih senilai Rp50 miliar di kawasan yang sama.
Tarok City sendiri terus dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan baru di Sumatera Barat. Dengan adanya Sekolah Rakyat, kawasan ini diharapkan menjadi pusat peradaban dan motor penggerak ekonomi yang mempercepat lahirnya generasi emas masa depan.