LIMA PULUH KOTA — Tujuh stand cluster pengolahan batu split di Kabupaten Limapuluh Kota selama ini masih bergantung pada truk berbahan bakar diesel untuk distribusi material. Biaya bahan bakar yang terus membengkak mendorong asosiasi pengusaha setempat mencari alternatif yang lebih murah dan ramah lingkungan.
PLN UID Sumatera Barat merespons kebutuhan itu dengan menawarkan solusi electric truck. Dalam kunjungan dan diskusi bisnis bersama PT Atika Tunggal Mandiri serta Asosiasi Stand Cluster Kabupaten Limapuluh Kota, PLN memproyeksikan efisiensi biaya operasional mencapai 70 persen dibandingkan kendaraan konvensional.
Berdasarkan hasil diskusi, penggunaan truk listrik mampu menekan biaya energi hingga sekitar 70 persen. Angka ini menjadi daya tarik utama bagi pengusaha batu split yang selama ini mengeluhkan tingginya biaya bahan bakar minyak untuk armada distribusi.
PLN juga memaparkan kesiapan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di wilayah tersebut. Dukungan layanan kelistrikan yang andal menjadi jaminan agar operasional industri tidak terganggu saat beralih ke energi bersih.
Respon positif disampaikan oleh PT Atika Tunggal Mandiri dan Asosiasi Stand Cluster. Ketua asosiasi, Alfianto, menyebut bahwa efisiensi biaya menjadi faktor utama ketertarikan mereka terhadap kendaraan listrik. Saat ini, asosiasi menaungi tujuh stand cluster pengolahan batu split di daerah itu.
Manager PLN UP3 Payakumbuh, Yessi Indra, menyatakan bahwa PLN hadir bukan sekadar penyedia listrik. “PLN siap mendukung kebutuhan kelistrikan dan pengembangan infrastruktur kendaraan listrik sebagai bagian dari transformasi energi nasional,” ujar Yessi Indra dalam siaran pers, Senin (11/5).
PLN masih dalam tahap penjajakan dan diskusi bisnis. General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ajrun Karim, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis menciptakan operasional usaha yang lebih efisien, kompetitif, dan rendah emisi.
“Pengembangan ekosistem kendaraan listrik merupakan bagian penting dari transformasi energi yang saat ini terus didorong PLN,” ungkap Ajrun Karim.
Implementasi electric truck di sektor industri batu split diharapkan menjadi model pengembangan kendaraan listrik sektor industri di Sumatera Barat. PLN optimistis sinergi ini bisa menjadi katalis percepatan transformasi energi di daerah.
PLN mengaku telah menyiapkan infrastruktur pengisian daya untuk mendukung operasional electric truck. Kesiapan SPKLU dan layanan kelistrikan yang andal menjadi syarat utama agar transisi dari bahan bakar fosil ke listrik berjalan lancar.
Selain efisiensi biaya, penggunaan truk listrik juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon. Hal ini sejalan dengan target dekarbonisasi nasional yang terus didorong pemerintah melalui transformasi energi di sektor industri.