TK Kasih Ibu Guguak Randah di Agam Gelar Tasmi' Hafalan Al-Qur'an, 43 Murid Diuji Kelancaran dan Tajwid di Depan Juri KUA

Penulis: Zulkifli Arief  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 15:35:42 WIB
Puluhan murid TK Kasih Ibu Guguak Randah tampil dalam Tasmi' Hafalan Al-Qur'an di Agam.

AGAM — Puluhan murid taman kanak-kanak di kaki Gunung Marapi itu duduk berbaris rapi. Satu per satu mereka maju ke hadapan guru dan juri dari Kantor Urusan Agama (KUA) setempat. Tanpa melihat mushaf, mereka melantunkan hafalan surat pendek dengan tajwid yang telah diajarkan selama setahun terakhir.

Kepala TK Kasih Ibu, Yurnalisa, mengatakan Tasmi' adalah agenda rutin yang dirancang khusus untuk membangun rasa percaya diri anak sejak usia dini. "Kami ingin anak-anak tidak hanya pandai menghafal, tetapi juga berani memperdengarkan hafalannya," ujarnya.

Dukungan Orang Tua Jadi Kunci Hafalan Anak

Juri dari KUA, Juriah, yang menyimak langsung hafalan para murid, menekankan bahwa keberhasilan anak tidak bisa dibebankan sepenuhnya pada sekolah. Menurutnya, waktu belajar di TK hanya sekitar satu tahun, sehingga pendampingan di rumah menjadi penentu.

"Peran orang tua sangat vital. Hafalan anak akan kuat jika diulang-ulang di rumah," kata Juriah.

Yurnalisa pun mengajak para wali murid untuk mendaftarkan anak-anak mereka ke rumah tahfiz di sekitar tempat tinggal. Menurutnya, kegiatan tambahan di luar sekolah sangat bermanfaat untuk membentuk karakter dan memperkuat kemampuan membaca Al-Qur'an.

Antusiasme Wali Murid: Guru Telah Membimbing dengan Penuh Kesabaran

Kegiatan Tasmi' berlangsung penuh semangat. Para orang tua yang hadir tampak antusias menyaksikan penampilan buah hati mereka. Suasana haru dan bangga terpancar saat anak-anak berhasil menyelesaikan setoran hafalan tanpa tersendat.

Salah seorang wali murid menyampaikan apresiasi mendalam kepada para guru. "Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh guru TK Kasih Ibu yang dengan sabar dan penuh kasih membimbing anak-anak kami," ucapnya.

Ia menambahkan, dedikasi para guru menjadi motivasi besar bagi anak-anak untuk terus belajar dan mencintai Al-Qur'an sejak usia dini. "Semoga segala ilmu dan kebaikan yang diberikan menjadi amal ibadah dan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT," pungkasnya.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: lintastiga.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top