AGAM — Dua kandang jebak sudah dipasang tim BKSDA Agam sejak Rabu (20/5/2026) di dua titik berbeda di Jorong Batang Palupuah dan Sitingkai, Nagari Koto Rantang. Kepala Resor Maninjau BKSDA Agam, Ade Putra, mengatakan pemasangan dilakukan setelah tim mengidentifikasi tanda-tanda keberadaan harimau di kawasan tersebut.
“Perangkap Harimau sudah dipasang sejak Rabu (20/5/2026). Sekarang tim masih berada di lokasi dan kandang jebak sudah kita pasang di Aua Ateh, Jorong Batang Palupuh, Nagari Koto Rantang,” ujar Ade Putra kepada Mimbarsumbar.id, Kamis (21/5).
Dari hasil identifikasi tim di lapangan, BKSDA memutuskan memasang satu jebakan di Batang Palupuah dan satu lagi di Sitingkai. Kedua lokasi berada di wilayah Nagari Koto Rantang yang merupakan area perbukitan dan ladang warga. Tim masih bersiaga di lokasi untuk memantau perangkap dan pergerakan satwa.
Ade Putra meminta warga tetap waspada dan mengurangi aktivitas di luar rumah pada malam hari. Ia juga mengingatkan pengendara yang melintasi jalan alternatif Bukittinggi via Sitingkai–Matur agar berhati-hati, terutama pengendara roda dua dan roda empat yang melintas di malam hari.
“Hati-hati dan tingkatkan kewaspadaan saat melintasi jalan alternatif Bukittinggi via Sitingkai–Matur, terutama pada malam hari bagi pengendara roda dua maupun roda empat,” pinta Ade.
BKSDA memastikan penanganan kasus kemunculan harimau ini dilakukan secara serius dan berkesinambungan. Tim tidak hanya memasang perangkap, tetapi juga terus memantau pergerakan satwa dan berkoordinasi dengan warga setempat. Ade berharap kondisi segera aman dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa.
“Semoga kondisi segera aman dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan tenang,” ujarnya.