PASAMAN — Seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) ditemukan warga dalam kondisi terjerat lima perangkap babi di kebun sawit di Jorong Lima Sumpadang, Nagari Padang Mantigi Utara, Kecamatan Rao Utara, Kamis (21/5/2026). Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat yang tiba di lokasi pukul 16.00 WIB langsung melakukan pembiusan sebelum melepaskan jerat yang melilit di leher dan kaki depan satwa tersebut.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumatera Barat, Antonius Vevri, mengungkapkan bahwa jerat yang menjerat harimau tersebut tersebar di beberapa titik vital. "Lima jerat yang melilit di leher dan kaki depan berhasil kita lepas," kata Antonius di Lubuk Basung.
Dari total lima jerat, empat di antaranya melilit di bagian leher dan satu jeratan lainnya menjerat kaki depan. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan nyawa satwa jika tidak segera mendapat penanganan medis.
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Juliati (38), seorang warga setempat yang hendak ke kebun. Ia mengaku kaget saat melihat harimau tersebut sudah dalam keadaan terjerat. "Saya langsung menuju pemukiman untuk dilaporkan ke anggota Polsek Rao," ujar Juliati.
Laporan cepat dari warga menjadi faktor kunci dalam penyelamatan satwa. Tim gabungan yang terdiri dari BKSDA, Polsek Rao, dan warga setempat bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan evakuasi.
Setelah jerat berhasil dilepaskan, harimau langsung dibawa ke Tempat Perawatan Satwa BKSDA Sumbar di Padang. Satwa tersebut akan menjalani observasi dan perawatan lebih lanjut untuk memulihkan kondisi lukanya.
BKSDA belum merinci tingkat keparahan luka yang diderita harimau. Proses observasi akan menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan pelepasliaran kembali ke habitat aslinya jika kondisi satwa dinyatakan pulih.
Kejadian ini kembali menyoroti konflik antara manusia dan satwa liar di Sumatera Barat, terutama di wilayah yang berbatasan langsung dengan hutan. Pemasangan perangkap babi oleh warga untuk melindungi kebun kerap kali tanpa sengaja menjerat satwa dilindungi seperti harimau sumatera.
BKSDA mengimbau warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan untuk segera melapor jika menemukan satwa liar yang terjerat atau masuk ke pemukiman. Penanganan cepat seperti yang terjadi di Pasaman menjadi contoh penting dalam upaya penyelamatan satwa yang terancam punah.