TMMD ke-28 di Padang Pariaman Buka Jalan 2 Kilometer, Pemprov Sumbar Sebut Dongkrak Ekonomi Desa

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Jumat, 22 Mei 2026 | 10:33:17 WIB
Pembukaan jalan dua kilometer TMMD ke-28 di Padang Pariaman tingkatkan akses distribusi hasil pertanian.

PARIK MALINTANG — Hasil bumi warga Nagari Batu Gadang Kuranji Hulu tak lagi harus diangkut dengan biaya mahal. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan, pembukaan dan pengerasan jalan sepanjang dua kilometer melalui TMMD ke-28 akan memangkas biaya distribusi hasil pertanian secara signifikan.

"Ini akan berdampak pada perekonomian masyarakat, hasil pertanian bisa diangkut dengan biaya yang lebih murah," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat Yozarwardi saat penutupan TMMD ke-28 di lokasi, Kamis.

Jalan Desa yang Mengubah Biaya Angkut

Sebelum adanya pengerasan, akses menuju lahan pertanian dan permukiman di Nagari Batu Gadang Kuranji Hulu kerap menjadi keluhan utama petani. Jalan becek saat hujan dan rusak di musim kemarau membuat biaya angkut membengkak.

Yozarwardi menekankan, meskipun pengerjaan fisik hanya berlangsung sekitar satu bulan, dampak ekonomi dari jalan ini akan bertahan lama. Ia meminta masyarakat setempat untuk ikut merawat infrastruktur yang telah dibangun.

Anggaran Rp1,3 Miliar dan Kerja Lintas Sektor

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengucurkan anggaran sebesar Rp1,3 miliar untuk menyukseskan TMMD ke-28 yang berlangsung sejak 22 April hingga 21 Mei 2026. Program ini tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik.

"Terimakasih TNI, terimakasih Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman yang telah berkontribusi untuk desa," ujar Yozarwardi.

Bukan Sekadar Cor Jalan

Inspektur Daerah Militer (Irdam) XX/Tuanku Imam Bonjol Brigadir Jenderal TNI Heri Susanto mengungkapkan, TMMD kali ini juga menyentuh aspek non-fisik. Kegiatan sosial seperti perbaikan rumah warga dan rumah ibadah turut dikerjakan oleh personel TNI bersama lintas sektor.

"Pada TMMD tidak saja dilakukan pengerjaan fisik berupa pembukaan jalan namun juga kegiatan non fisik," kata Heri Susanto saat penutupan di Sungai Garinggiang.

Program yang diprakarsai oleh TNI Angkatan Darat ini menjadi contoh kolaborasi antara aparat, pemerintah daerah, dan warga. Dengan selesainya jalan ini, mobilitas warga dan distribusi hasil tani diharapkan terus menggeliat.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top