SOLOK — Seorang petani di Kabupaten Solok harus merelakan dua hektar lahannya hangus terbakar saat musim kemarau mulai melanda wilayah tersebut. Kebakaran terjadi di lahan produktif milik Ardison (47) di Jorong Koto Baru, Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Senin (1/6/2026) petang.
Tanaman yang siap panen di atas lahan seluas lapangan sepak bola itu ludes dalam waktu singkat. Kerugian materiil masih dalam pendataan, tapi petani setempat menyebut dampaknya langsung terasa mengingat lahan itu merupakan sumber penghidupan utama keluarga.
Laporan pertama masuk ke Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Solok pukul 18.26 WIB. Petugas tiba di lokasi hanya sembilan menit kemudian, tepat pukul 18.35 WIB.
Tiga unit kendaraan dikerahkan: satu mobil pemadam dari Pos Koto Baru, satu kendaraan rescue Damkar Solok, dan satu unit rescue dari BPBD Solok. Total 17 personel gabungan berjibaku melawan api di lahan kering yang mudah terbakar.
Kepala Seksi Operasi Damkar Solok, Zulhelmy Bosy, mengatakan butuh waktu panjang untuk menjinakkan api. “Penanganan selesai sekitar pukul 22.30 WIB dan situasi di lapangan berhasil diamankan,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).
Hingga kini, polisi dan instansi terkait masih menyelidiki asal mula titik api. Belum ada kesimpulan apakah kebakaran dipicu faktor alam atau kelalaian manusia.
Yang jelas, kondisi cuaca ekstrem menjadi pemicu utama meluasnya kobaran. Kepala Pelaksana Tugas BPBD Solok, Khairul, menegaskan wilayah itu sudah berhari-hari tanpa hujan. “Kondisi yang sangat kering ini membuat potensi kebakaran lahan melonjak drastis,” jelasnya.
Peristiwa di Solok ini jadi alarm dini bagi wilayah Sumatera Barat. Musim kemarau baru mulai, tapi dampaknya sudah nyata: lahan produktif yang seharusnya jadi sumber pangan justru berubah jadi sumber bencana.
Warga di Nagari Paninggahan kini waspada. Mereka khawatir kebakaran susulan terjadi jika kemarau terus berlanjut tanpa turun hujan. Pemerintah setempat diimbau segera menyiapkan langkah antisipasi, termasuk patroli rutin dan sosialisasi larangan membakar lahan.
Segera laporkan ke pos pemadam kebakaran atau perangkat desa terdekat. Jangan mencoba memadamkan api sendiri jika tidak punya alat dan pelatihan yang memadai. Evakuasi diri dan keluarga ke tempat aman, lalu tunggu petugas datang.